Protes Didakwa JPU 2 Pasal Sekaligus, Habib Bahar: Saya Bingung Kenapa Masih Dilanjutkan?

Agung Bakti Sarasa ยท Selasa, 06 April 2021 - 16:54:00 WIB
Protes Didakwa JPU 2 Pasal Sekaligus, Habib Bahar: Saya Bingung Kenapa Masih Dilanjutkan?
Habib Bahar bin Smith . (Foto: Dok/Istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Habib Bahar bin Smith memprotes dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Selasa (6/4/2021). Dia didakwa dengan pasal kekerasan dan penganiayaan terhadap seorang sopir taksi online bernama Andriansyah.

Dalam sidang yang digelar secara virtual itu, Habib Bahar berada di Lapas Gunung Sindur sedangkan jaksa, hakim, dan kuasa hukum di PN Bandung.

Menanggapi dakwaan yang dibacakan JPU Kejati Jabar, Suharja, Habib Bahar menyinggung soal Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 yang intinya jaksa menghentikan penuntutan terhadap terdakwa apabila pihak-pihak yang terlibat sudah sepakat berdamai.

Namun, majelis hakim pun lantas memotong dan meminta Bahar untuk tidak memberikan tanggapan berupa jawaban. Hakim lantas mempersilakan Bahar mengajukan eksepsi bila tak terima dengan dakwaan.

"Saya tidak eksepsi, tapi saya bingung perkara diteruskan. Peradilan restorative justice korban keluarga dan pihak lain mencari penyelesaian pada keadaan semua kemudian dicabut atau ditarik kembali di luar pengadilan," ujar Bahar.

Menurutnya, perdamaian antara dirinya dan korban sopir taksi online bernama Andriansyah telah dilakukan. Bahkan, Bahar mengaku telah mengganti kerugian korban setelah upaya perdamaian diterima dan kabar perdamaian tersebut telah diteruskan kepada kepala kejaksaan tinggi. Oleh karenanya, kata Bahar, jaksa seharusnya berperan sebagai fasilitator. 

"Seharusnya jaksa fasilitator karena ada perdamaian, ganti rugi. Makanya saya bingung kenapa masih dilanjutkan,  diteruskan. Harusnya jaksa menjadi mediator bukan penuntut," katanya.

Hakim pun kemudian mempersilakan kuasa hukum Bahar, Ichwan Tuankotta ikut menanggapi dakwaan tersebut. Ichwan membenarkan bahwa memang sudah terjadi perdamaian antara Bahar dan Andriansyah. 

Bahkan, perdamaian dibuat secara tertulis, termasuk keterangan saksi, pencabutan laporan hingga kompensasi yang telah diterima korban.

"Kami sudah menyerahkan berkas itu di tingkat kepolisian dan kejaksaan, makanya klien kami bingung gitu menyampaikan. Karena selama ini berdamai tidak ada apa-apa. Bahkan, nanti kalau jaksa hadirkan korban, silakan langsung," tutur Ichwan.

Sementara itu, jaksa menjelaskan jika berkas tersebut nantinya akan masuk di pertimbangan saat penuntutan.

"Terkait apa yang disampaikan Habib Bahar maupun penasihat hukumnya telah ada perdamaian, namun kami penuntut umum berpendapat harus ada kepastian, makanya dilakukan proses persidangan. (Perdamaian) kami pertimbangkan dalam proses penuntutan," kata Suharja.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2