Ratusan Buruh Aksi di Balai Kota Cirebon, Tuntut UMK 2022 Naik 10 Persen

Hasan Hidayat · Selasa, 26 Oktober 2021 - 12:56:00 WIB
Ratusan Buruh Aksi di Balai Kota Cirebon, Tuntut UMK 2022 Naik 10 Persen
Ratusan buruh di Kota Cirebon berunjuk rasa menuntut kenaikan upah di 2022 sebesar 10 persen. (Foto: iNews.id/Hasan Hidayat)

CIREBON, iNews.id - Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cirebon Raya menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Selasa (26/10/2021). Mereka menuntut Upah Minimum Kabupaten/Kota atau UMSK Tahun 2022 sebesar minimal 10 persen, 

Tuntutan lain dari unjuk rasa di depan Balai Kota Cirebon, buruh juga menuntut pencabutan atau pembatalkan Omnibus Law-Undang-undang Cipta Kerja dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) tanpa Omnibus Law.

Perwakilan massa diperkenankan menemui Pemerintah Daerah Kota Cirebon di Ruang Kanigaran Balai Kota Cirebon.

Sekjen KC FSPMI Cirebon Raya, Moch Machbub mengatakan, dalam aksi tersebut pihaknya berkesempatan bertemu langsung Pemkot Cirebon, yakni Sekertaris Daerah dan Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja.

"Pembahasan UMK Tahun 2022 itu akan dimulai pada awal Bulan November ini, pada tanggal 1 - 5 November," ujar Machbub usai pertemuan.

Pihaknya memberi catatan untuk pembahasan UMK tersebut, catatan tersebut berupa penerapan hitungan Kebutuhan Hidup Layak (KHL). "KHL bisa dimasukkan dalam pembahasan atau rapat teknis kenaikan UMK Kota Cirebon," ucapnya.

Namun, sambung Machbub, apabila hasil rapat tersebut angka UMK yang muncul tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, pihaknya akan kembali menyuarakan aspirasi seperti apa yang mereka lakukan hari ini.

"Tuntutan kami, UMK Tahun 2022 naik sekitar 7-10 persen, dasarnya kami sudah melakukan survei internal KHL di tiga pasar di Kota Cirebon," katanya.

"Survei di tiga pasar, kami dapat nilai KHL di Kota Cirebon itu Rp 3.1 juta, itu mencerminkan kebutuhan buruh dalam satu bulan sebesar itu," ujar Machbub.

Editor : Asep Supiandi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: