Tekadnya kuat, keterbatasan fisik tak menyurutkan niatnya untuk mandiri secara ekonomi. Tak tergantung kepada keluarga atau orang lain di lingkungannya. Jarak berkilometer yang setiap hari ditempuhnya dari Ciwastra ke Tamansari tak lain untuk menggembleng kemampuan diri. Kelak, Arifin bercita-cita memiliki usaha kedai kopi sendiri, mempekerjakan banyak disabilitas agar mandiri dan berdaya saing.
Alumni Dreamable-Dreamwork Pertamina
Sebelum menjadi barista di Kafe Kue Balok Mang Salam x Kopi Kang!, Arifin dan Rifki adalah disabilitas yang tak memiliki pekerjaan. Keduanya menggantungkan hidup kepada keluarga.
Keterbatasan kemampuan indera membuat keduanya sulit mendapatkan pekerjaan. Apalagi di tengah anggapan miring disabilitas, membuat mereka sangat sulit mengaktualisasikan kemampuan diri.
Namun bukan pungguk merindukan bulan, keberuntungan datang tiba-tiba menghampiri Arifin dan Rifki. Kata itu menggambarkan ketika keduanya dipertemukan dengan program TJSL PT Pertamina (Persero).
BUMN yang bergerak pada bidang energi ini meluncurkan program Dreamable-Dreamwork di Bandung. Sebuah program mulia bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) usia produktif, membantu mereka meraih impian.
Editor : Agus Warsudi
disabilitas hak disabilitas pekerja disabilitas kaum disabilitas penyandang disabilitas penyandang disabilitas sukses pt pertamina pt pertamina (persero) kota bandung
Artikel Terkait