Rumah semipermanen milik Undang (47) di Kampung Haurseah RT02 RW10, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut dirobohkan rentenir dengan mengerahkan sejumlah orang. (FOTO: FANI FERDIANSYAH)
fani ferdiansyah

GARUT, iNews.id - Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Garut AKP Dede Sopandi menegaskan, rentenir berinisial A yang merobohkan rumah warga Banyuresmi, Kabupaten Garut, belum berstatus tersangka. Sebab, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, belum ditingkatkan ke penyidikan.

"Lagi proses lidik (penyelidikan). Semua para pihak sudah diperiksa," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Garut AKP Dede Sopandi, Minggu (18/9/2022). 

Kepolisian, ujar AKP Dede Sopandi, telah menerima laporan perusakan rumah milik Undang di Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Berdasarkan proses pemeriksaan sementara, pembongkaran terjadi karena masalah pinjam uang yang belum dibayarkan. "Pinjam uang," ujar AKP Dede Sopandi. 

Kasatreskrim Polres Garut menuturkan, penyidik telah memeriksa kedua belah pihak dan secepatnya akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan status kasus tersebut, layak naik ke penyidikan atau tidak.

Polisi, tutur Kasatreskrim, melakukan proses hukum atas kasus itu sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari menerima laporan, penyelidikan, penyidikan, sampai penetapan tersangka atau orang yang harus bertanggung jawab dalam kasus itu.

"Insya Allah minggu ini kita gelar untuk naik sidik, soalnya ada mekanisme dari menerima laporan, lidik, sidik sampai ke penetapan TSK (tersangka)," tutur Kasatreskrim Polres Garut. 

Sebelumnya diberitakan, pelaku pengrusakan tidak bisa ditahan karena ancaman hukuman pasal tersebut di bawah 5 tahun. "Kasus perusakan kena Pasal 406. Ancaman dua tahun penjara, sehingga (pelaku) tidak bisa ditahan, karena ancamannya di bawah 5 tahun dan bukan pasal pengecualian," kata Kasatreskrim Polres Garut. 

Diketahui, masalah itu bermula dari pinjam meminjam uang antara Sutinah, istri Undang, warga Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, pada rentenir berinisial A sebesar Rp1,3 juta. Sejak Januari 2022 hingga September 2022, Sutinah tidak membayar bunga Rp350.000 per bulan. 

Akibatnya utang membengkak menjadi Rp15 juta. Rumah yang dijaminkan kepada rentenir pun dijual sepihak oleh Entoh, kakak kandung Undang, tanpa sepengetahuan Undang dan keluarganya. Proses jual beli antara Entoh dan rentenir itu berlangsung pada 7 September 2022 lalu dengan bukti kwitansi bermaterai. 

Pada 10 September 2022, rentenir A membongkar rumah semi permanen milik Undang di Kampung Haurseah. Undang dan keluarganya pun kaget mengetahui rumah mereka rata dengan tanah dan telah dijual usai kembali dari Bandung.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT