"Sebagai pedagang rumbah, bagi saya air menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk mencuci sayuran yang akan dimasak. Maka dari itu saya berharap tarif PDAM tidak naik," ujar dia.
Utik, warga Desa Totoran, Kecamatan Pasekan mengatakan, selain memberatkan masyarakat, kenaikan tarif PDAM juga tidak sebanding dengan pelayanan yang selama ini kurang maksimal.
"Saya sangat keberatan tarif PDAM naik. Apalagi air suka gak ngocor. Bahkan kemarin dua hari, air total gak keluar sama sekali. Untung ada air hujan,'' kata Utik.
Penolakan rencana kenaikan tarif air bersih pun disampaikan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Indramayu. Ketua Umum HMI Cabang Indramayu Robi Saputra mengatakan, kenaikan tarif itu dinilai tidak sebanding dengan pelayanan Perumdam Tirta Darma Ayu yang dianggap masih buruk.
Menurutnya, pelayanan yang buruk tersebut tercermin dari tidak terjaminnya standard kepastian kuantitas, kualitas, dan kontinuitas air yang diterima masyarakat dari Perumdam Tirta Darma Ayu.
Editor : Agus Warsudi
layanan air bersih air bersih kebutuhan air bersih kekurangan air bersih retribusi air bersih Tarif air bersih tarif air bersih naik indramayu Kabupaten Indramayu
Artikel Terkait