ASW alias Awi dan SLS alias Sansan, tersangka perampok dan pembunuh sopir taksi online yang jasadnya terlilit lakban di Indramayu. (FOTO: iNews/TOISKANDAR)
Toiskandar

INDRAMAYU, iNews.id - ASW alias Awi (34) dan SLS alias Sansan (40), mengaku nekat merampok dan membunuh Widodo, sopir taksi online lantaran terjerat utang pinjaman online (pinjol) dan ketagihan judi slot. Kedua pelaku membunuh korban Widodo dengan cara dicekik.

Kronologi kejadian berawal pada Minggu (24/7/2022) malam, kedua pelaku memesan Gocar secara offline. Setelah tarif disepakati, kedua pelaku meminta korban mengantar dari Cikarang ke suatu tempat di Jawa Tengah. 

Namun di tengah perjalanan, kedua pelaku mengeksekusi korban dengan cara dicekik. Setelah itu, jasad korban dililit lakban di bagian wajah, tangan, dan kaki. Selanjutnya, kedua pelaku membuang jasad korban ke saluran irigasi Panaran, Jalan Ibu Tien Soeharto, Desa Pekandangan, Kabupaten Indramayu. Setelah itu, kedua pelaku kabur.

Pada Senin 25 Juli 2022, warga Desa Pekandangan dihebohkan oleh penemuan jasad korban Widodo di saluran irigasi Panaran. Polisi yang mendapatkan laporan segera melakukan penyelidikan.

Hasilnya, identitas korban diketahui bernama Widodo, warga Perumahan Central Park, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Korban Widodo merupakan sopir taksi online. Profesi itu dijalani pelaku selama lima tahun terakhir.

Dari terungkapnya identitas korban ini, polisi menduga Widodo tewas akibat dibunuh sehingga melakukan penyelidikan lebih intensif. Akhirnya, identitas dua pelaku yang merampok dan membunuh korban diketahui.

Penangkapan terhadap kedua pelaku pun dilakukan. ASW alias Awi ditangkap di Lumajang, Jawa Timur. Sedangkan SLS alias Sansan diringkus di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Saat ini, SLS juga sedang dalam proses hukum perkara lain di Polres Jakarta Utara. 

Petugas terpaksa menembak kaki SLS lantaran pria itu melawan saat akan ditangkap. Berdasarkan pemeriksaan, tersangka SLS alias Sansan merupakan ekskutor yang menghabisi nyawa korban Widodo.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti sisa lakban, senjata tajam, bong dan tali rafia. Petugas juga mengamankan handphone dan jam tangan korban. 

"Seluruh barang bukti tersebut disita petugas saat menggeledah tempat persembunyian tersangka," kata Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif didampingi Kasatreskrim AKP Fitran Romajimah saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Selasa (2/8/2022).

Akibat perbuatannya, ujar Kapolres Indramayu, kedua tersangka melanggar Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana. Mereka terancam pidana mati atau penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

"Selain itu, kedua pelaku juga dijerat Pasal 338 tentang Pembunuhan dan Pasal 365 ayat (2) ke 3 KUHPidana tentang Pencurian Disertai Kekerasan (Curas) dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun," ujar AKBP M Lukman Syarif.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT