SLS (duduk) dan ASW, tersangka perampok dan pembunuh korban Widodo, sopir taksi online, yang jasadnya terlilit lakban di saluran irigasi Kabupaten Indramayu. (FOTO: ANDRIAN SUPENDI)
Andrian Supendi

INDRAMAYU, iNews.id - Satreskrim Polres Indramayu meringkus ASW (34) dan SLS (40), tersangka perampok dan pembunuhan korban Widodo (53), sopir taksi online, yang jasadnya ditemukan terlilit lakban di irigasi Panaran, Desa Pekandangan, Kecamatan/Kabupaten Indramayu. Perampokan dan pembunuhan dilakukan kedua pelaku untuk menguasai mobil korban.

Tersangka ASW (34) merupakan warga Kabupaten Kebumen dan SLS (40) warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kedua pelaku dihadirkan mengenakan pakaian oranye saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Selasa (2/8/2022).

Bahkan, salah satu tersangka, SLS dihadiahi timah panas di kedua kakinya karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap petugas. Akibatnya, SLS dibawa petugas menggunakan kursi roda.

Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif mengatakan, dengan tertangkapnya kedua tersangka, ASW dan SLS tersebut, misteri mayat terlilit lakban di saluran irigasi Panaran, Jalan Ibu Tien Soeharto, Desa Pekandangan, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, terungkap.

"Setelah dilakukan autopsi, identitas korban berhasil diketahui. Korban adalah Widodo berusia 54 tahun, merupakan sopir taksi online warga Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi," kata Kapolres Indramayu didampingi Kasatreskrim Polres Indramayu AKP Fitran Romajimah.

AKBP M Lukman Syarif menyatakan, tersangka ASW ditangkap polisi di Tanjung Priok, Jakata Utara. Selain kasus pembunuhan sopir taksi online, saat ini tersangka ASW juga menjalani proses perkara lain di Polres Tanjung Priok. Sedangkan tersangka SLS, ujar AKBP M Lukman Syarif, ditangkap di Lumajang, Jawa Timur pada 30 Juli 2022. 

"Selain kedua tersangka, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP pembuangan mayat. Mulai dari lakban yang melilit tubuh korban, sabuk pinggang milik korban, jam tangan, tasbih, dan uang tunai senilai Rp44.000 milik korban," ujar AKBP M Lukman Syarif.

Petugas, tutur Kapolres Indramayu, juga mengamankan pakaian yang digunakan pelaku saat melakukan pembunuhan, gadget yang digunakan untuk menghubungi korban, topi, dan ransel hitam milik pelaku.

Lukman Syarif menuturkan, motif pembunuhan yang dilakukan tersangka ASW dan SLS itu, ingin mencuri atau menguasai mobil milik korban dengan cara kekerasan dan menghilangkan nyawa korban.

"Kronologi kejadian, tersangka SLS memesan Gocar secara ofline. Setelah berada ditempat sepi, korban langsung dieksekusi oleh kedua tersangka dengan menjerat leher dan melakban wajah dan kepala. Kemudian, pelaku mengambil HP dan mobil korban," tutur Kapolres Indramayu.

Setelah itu, pelaku membuang jasad korban ke saluran irigasi. pada Senin (25/7/2022) sekitar pukul 14.00 WIB, warga digegerkan dengan penemuan mayat pria di sungai irigasi Panaran, Jalan Ibu Tien Soeharto, Desa Pekandangan, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.

"Kondisi mayat saat itu sangat mengenaskan dengan tubuh terlilit lakban pada bagian kepala, tangan, paha, dan juga kaki. Tubuh korban pun diketahui juga penuh dengan luka-luka," ucap AKBP M Lukman Syarif.

Akibat perbuatannya, ujar Kapolres Indramayu, kedua tersangka melanggar Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana. Mereka terancam pidana mati atau penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

"Selain itu, kedua pelaku juga dijerat Pasal 338 tentang Pembunuhan dan Pasal 365 ayat (2) ke 3 KUHPidana tentang Pencurian Disertai Kekerasan (Curas) dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun," ujar AKBP M Lukman Syarif.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT