Petugas Polres Indramayu mengidentifikasi mayat terlilit lakban yang ditemukan di saluran irigasi. (FOTO: Polres Indramayu)
Agus Warsudi

BANDUNG, iNews.id - Petugas Satreskrim Polres Indramayu dan Ditreskrimum Polda Jabar berhasil menangkap dua pelaku yang membunuh korban Widodo, sopir taksi online yang jasadnya ditemukan terlilit lakban di Kabupaten Indramayu. Kedua pelaku merupakan perampok yang berpura-pura menggunakan jasa korban.

Saat ini kedua pelaku dalam pemeriksaan intensif penyidik Satreskrim Polres Indramayu. Petugas juga masih mencari mobil milik korban yang hilang.

"Ya sudah ditangkap. Ada dua orang yang ditangkap polisi. Keduanya saat ini sudah berada di Polres Indramayu," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo kepada wartawan, Senin (1/8/2022). 

Kombes Pol Ibrahim Tompo menyatakan, dari hasil penyelidikan sementara, pembunuhan terhadap korban Widodo, terkait aksi perampokan yang dilakukan kedua pelaku. "Motifnya perampokan. Nanti lengkapnya akan dirilis di Polres Indramayu," ujar Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Diketahui, mobil milik almarhum WIdodo (53), sopir taksi online yang jasadnya terlilit lakban di saluran irigasi Panaran, Jalan Ibu Tien Soeharto, Desa Pekandangan, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, hilang. Saat ini, petugas kepolisian tengah mencari mobil tersebut.

Sampai saat ini, mobil yang biasa digunakan korban untuk menjalani profesinya sebagai driver taksi online, belum diketahui keberadaannya. Pada 24 Juli 2022 atau sehari sebelum ditemukan jasadnya pada Senin (25/7/2022), Widodo berada di sekitaran wilayah Pasir Gombong, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Ponsel yang digunakan korban saat itu masih digunakan aktif sampai malam hari.

Untuk mengungkap kasus ini, Satreskrim Polres Indramayu dibantu Ditreskrimum Polda Jabar melakukan penyelidikan. Korban Widodo merupakan sopir taksi online. Pekerjaan itu ditekuni korban lima tahun terakhir setelah berhenti dari pekerjaan sebelumnya di perusahaan pembuatan keramik.

Identitas jasad pria terlilit lakban cokelat di bagian wajah, tangan, dan kaki itu terungkap setelah petugas menganalisis sidik jari korban. Setelah mendapatkan nama dan alamat korban, ujar Kombes Pol Ibrahim Tompo, penyidik Satreskrim Polres Indramayu datang ke alamat yang diperoleh. 

Istri dari korban membenarkan mayat tersebut merupakan Widodo berdasarkan barang-barang yang ditemukan, seperti jam tangan dan kepala sabuk warna hitam simbol huruf G warna emas. Itu milik suaminya atas nama Widodo.

Saat ditemukan pada Senin 25 juli 2022 sekitar pukul 14.00 WIB, korban mengalami enam luka sayat di tubuhnya. Luka tersebut antara lain ditemukan kepala, dahi, kelopak mata, hidung, dagu, dan di bibir atas-bawah.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT