Target 3 Juta Batang di 2022, Mentan: Produksi Kopi Jabar Berkembang Pesat

fani ferdiansyah ยท Minggu, 28 Agustus 2022 - 17:17:00 WIB
Target 3 Juta Batang di 2022, Mentan: Produksi Kopi Jabar Berkembang Pesat
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengecek bibit kopi di Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (28/8/2022). (Foto: iNews.id/Fani Ferdiansyah)

GARUT, iNews.id - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meninjau nursey (kebun) benih kopi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (28/8/2022). Dalam kunjungan tersebut Mentan SYL mendorong pengembangan kopi agar Indonesia menjadi negara nomor satu penghasil kopi dunia.

"Atas perintah Bapak Presiden, Garut siap untuk 10 juta bibit kopi. 10 juta pohon itu dari Garut saja, belum dari daerah lainnya," kata Mentan SYL di Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut.

Dia mengatakan, Jawa Barat merupakan wilayah penghasil benih kopi nasional dengan total target produksi mencapai 3 juta batang tahun 2022. Mentan menjelaskan produksi kopi Jawa Barat terus berkembang pesat, di mana pada Januari-Maret 2022 total penanaman mencapai 499.000 batang. 

Kemudian, sambungnya, bertambah lagi pada April-Junuari 2022 sebanyak 1,01 juta batang, Juli-September 300.000 batang dan pada Oktober-Desember mencapai 900.000 batang. "Jawa Barat masuk sepuluh besar kawasan pengembangan Kopi di Indonesia. Termasuk Aceh, Sumut, Sumsel, Lampung, Sulsel, Bali, dan NTT," ujar SYL 

Secara Nasional, kata SYL, luas areal kopi nasional pada tahun 2021 mencapai 1,26 juta hektare (ha) yang terdiri dari luas kopi Perkebunan Rakyat (PR) seluas 1,23 juta ha atau 98 persen, dan Perkebunan Besar (PB) seluas 0,03 juta ha atau 2 persen. Inovasi bibit kopi harus dapat dikembangkan di berbagai daerah sehingga Indonesia yang saat ini menduduki posisi ketiga produksi kopi dapat dengan cepat menduduki posisi pertama di dunia ke depannya.

"Oleh karena itu, pengembangan kopi melalui produksi benih kopi harus diwujudkan sekaligus untuk memenangkan tantangan krisis pangan dan energi di masa depan. Ekspor kopi pun meningkatkan dan kopi kita nomor satu di dunia," ujarnya. 

Editor : Asep Supiandi

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: