Susur Sungai Cileueur, Kapolres Ciamis: Penyelidikan Mengarah ke Penanggung Jawab Kegiatan

Acep Muslim · Rabu, 20 Oktober 2021 - 13:10:00 WIB
Susur Sungai Cileueur, Kapolres Ciamis: Penyelidikan Mengarah ke Penanggung Jawab Kegiatan
Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Adhi Narsono. (Foto: iNews/ACEP MUSLIM)

CIAMIS, iNews.id - Satreskrim Polres Ciamis terus menyelidiki kasus petaka susur Sungai Cileueur, Kampung Wetan, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis pada Jumat (15/10/2021) petang. Penyelidikan mengarah ke penanggung jawab kegiatan yang menewaskan 11 siswa MTs Harapan Baru Pesantren Cijantung itu.

Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Adhi Narsono mengatakan, selain telah melakukan unuk memintai keterangan para saksi di tempat kejadian perkara (TKP) dan sejumlah pihak dari MTs Harapan Baru.

"Termasuk 11 guru yang menngikuti kegiatannya tersebut (sudah diperiksa). Penyelidikan mengarah terhadap penanggung jawab kegiatan susur sungai yang dilakukan para siswa MTs Harapan Baru tersebut," kata Kapolres Ciamis di Mapolres Ciamis, Rabu (20/10/2021).

Sampai saat ini, ujar AKBP Wahyu Broto Adhi Narsono, calon tersangka sudah ada. Namun siapa yang dibidik sebagai tersangka dalam kasus tersebut belum bisa diungkapkan saat ini dan harus hati-hati.

"Kami mendalami siapa yang meminta anak-anak ini (para korban) ke tengah (Sungai Cileueur). Sebab berdasarkan pemeriksaan, tidak ada program ke tengah sungai. Seharusnya mereka berada di pinggir sungai," ujar AKBP Wahyu Broto Adhi Narsono.

Ditanya tentang informasi bahwa kegiatan susur sungai itu tak meminta izin lebih dulu ke orang tua siswa, Kapolres Ciamis menuturkan, bukan hanya tidak meminta izin orang tua, tetapi juga pimpinan MTs Harapan Baru tidak tahu ada kegiatan tersebut.

"Ada 11 guru yang diajak penanggung jawab kegiatan untuk ikut menemani anak-anak ini. Untuk siapa penanggung jawab kegiatan, mohon maaf tidak bisa kami sampaikan. Yang pasti, penyelidikan mengarah ke penanggung jawab kegiatan untuk mengetahui penyebab mengapa anak-anak ini (para korban) ke tengah sungai," tutur Kapolres Ciamis.

Diberitakan sebelumnya, petaka susur Sungai Cileueur yang menewaskan 11 siswa siswi MTs Harapan Baru Pesantren Cijantung, Ciamis, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Mereka menggelar doa bersama di tepi Sungai Cileueur, Rabu (20/10/2021).

Selain mendoakan almarhum yang meninggal setelah terseret arus dan tenggelam saat susur sungai di Leuwiili, Sungai Cileueur, Kampung Wetan, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis pada Jumat 15 Oktober 2021 petang, mereka juga melakukan tabur bunga. 

Duka mendalam masih terlihat di wajah Hendar, ayah dari satu korban asal Jakarta dan Dede Rohendi ayah dari korban Chandra Ryskie Hernawan, warga Ciamis. Betapa tidak, mereka kehilangan putar putri tercinta saat menempuh pendidikan di sebuah pesantren ternama di Ciamis dengan harapan kelak menjadi orang yang berguna bagi agama, keluarga, umat, bangsa, dan negara.

Mereka berharap Satreskrim Polres Ciamis mengusut tuntas kasus ini dan menetapkan tersangka petaka susur Sungai Cileueur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya hingga menyebabkan 11 siswa meregang nyawa.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), peristiwa itu terjadi diduga karena pembina Pramuka tak mempersiapkan alat keamanan dan keselamatan saat melaksanakan kegiatan susur sungai. Selain itu, pihak sekolah juga tak meminta izin lebih dulu kepada orang tua sebelum melaksanakan kegiatan berisiko tinggi tersebut.

Keluarga menyayangkan sekolah tidak memiliki persiapan dan antisipasi atas keamanan serta keselamatan siswa untuk menghindari kecelakaan saat menggelar kegiatan susur Sungai Cileueur.

"Kami berharap pihak sekolah mengumpulkan para keluarga korban untuk memberikan penjelasan secara langsung apa yang terjadi dan meminta maaf atas tragedi tersebut. Sampai saat ini informasi yang kami peroleh masih simpang siur terkait kronologi peristiwa itu," kata Hendar. 

Begitu pula Dede Rohendi, ayah dari korban Chandra Ryskie Hernawan, mengatakan, meski menerima musibah itu, tapi menyesalkan pihak sekolah meminta izin orang tua sebelum kegiatan susur sungai dilaksanakan.

"Kami sangat menyayangkan kurangnya komunikasi dari sekolah terkait peristiwa (petaka susur Sungai Cileueur) dengan keluarga," kata Dede Rohendi.

Keluarga, ujar Dede, menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus ini kepada pihak yang berwenang, Polres Ciamis. "Kami berharap kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini dan menetapkan siapa yang bertanggung jawab atas tragedi ini," ujar Dede.

Diketahui, 11 siswa MTs Harapan Baru Pesantren Cijantung, Ciamis meninggal akibat terseret arus dan tenggelam di Sungai Cileueur, Dusun Wetan, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis pada Jumat 15 Oktober 2021 sore.

Saat itu, para korban dari kelas 7 dan 8 sekolah tersebut mengikuti latihan Pramuka berupa susur sungai. Berikut detik-detik peristiwa itu terjadi seperti disampaikan pembina pramuka Ropiah dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan MTs Harapan Baru Pesantren Cijantung Elin.

Kegiatan Pramuka berupa susur Sungai Cileueur, Dusun Wetan, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, diikuti 150 siswa MTs Harapan Baru Pesantren Cijantung Ciamis dari kelas 7 dan 8. Anak-anak usia 12 dan 13 tahun itu turun ke sungai dipandu oleh pembina Pramuka, salah satunya, Ropiah.

Latihan Pramuka MTs Harapan Baru Cijantung dimulai pada pukul 14.00 WIB. Kegiatan dalam latihan Pramuka itu salah satunya adalah menyusuri lingkungan sekitar sekolah dan susur Sungai Cileueur.

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: