Jika terpilih dan setelah dilantik menjadi gubernur terpilih nanti, apa yang akan dilakukan pertama kali?
Prioritas saya itu adalah menstandardisasi pelayanan publik. Karena, Bandung itu kan sudah Juara satu ya. Saya sudah punya rumusnya nanti,
software yang selama ini digunakan di Kota Bandung yang
online akan saya perintahkan untuk di
copy dan diduplikasikan ke Jabar.
Selain itu ada lagi? Ya standarisasi pelayanan publik, saya akan bikin WhatsApp Grup (WAG) yang isinya wali kota dan bupati di hari pertama kerja. Karena, selama ini tidak ada WAG untuk berkomunikasi antara wali kota dan bupati. Berikutnya saya akan fokus pada infrastruktur, pariwisata, kesejahteraan, dan lainnya. Semuanya sudah disiapkan.
Insya Allah kalau jadi gubernur terpilih, saya akan dilantik pada Oktober 2018. Nah, program unggulan mungkin baru akan terasa di 2019, karena pada 2018 saya hanya punya waktu dua bulan saja.
Infrastruktur yang akan digenjot seperti apa?
Lebih ke infrastruktur jalan saja. Terutama di daerah pedalaman yang selama kampanye saya selalu mendapat curhat dari warga. Nah itu akan saya prioritaskan. Kebanyakan di daerah Bogor, Bekasi, Tasikmalaya pedalaman. Ini janji kampanye saya kepada warga.
Bentuk pengerjaannya nanti bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, bisa provinsi yang mengerjakan sendiri karena ada di jalan provinsi atau provinsi bisa memberikan bantuan hibah infrastruktur ke pemerintah daerah dengan memberikan dana.
Kang Emil adalah salah satu tokoh yang menang Pilkada Serentak di 19 Provinsi. Nah, apakah nanti akan Bersaing di nasional pada 2019?
Gak ah. Bu Khofifah saja dari menteri mundur jadi gubernur. Saya
gak mau. Saya mau beresin 5 tahun dulu.
Kalau diajak atau diminta partai bagaimana?
Tetap saja, saya
gak mau. Saya nolak. Saya ingin fokus di Jabar.
Jadi kepala daerah itu menariknya itu punya gagasan besar multidimensi, tidak satu dimensi.
Nah, kalau menteri itukan satu dimensi. Mungkin nanti kalau sudah pensiun mengurusi wilayah-wilayah mungkin bisa. Tapi, kalau sekarang belum dulu. Saya masih punya gagasan-gagasan untuk Jabar.
Saya
gak mau terjun dulu ke nasional.
Apakah ada partai yang minta Kang Emil untuk maju di nasional?
Banyak sebenarnya. Dari awal juga Gerindra minta saya jadi kader, tapi ibu saya sudah memberikan isyarat. Demokrat, Golkar, PDIP juga meminta. Tapi belum saya putuskan.
Urusan masuk parpol nanti saya putuskan setelah pilgub saja.
Apakah sudah ada niat untuk masuk parpol?
Sudah ada niatan tapi belum diputuskan. Saya akan putuskan di
timing yang tepat, nanti. Ada parpol yang memahami, ada juga yang tidak memahami.
Editor: Muhammad Saiful Hadi