Pilgub Jabar memberikan kejutan, terutama pasangan Asyik?
Ya, kami akui pasangan asyik memberikan kejutan di Pilgub Jabar. Hasil survei yang selalu berada di posisi ke-3, akhirnya menyalip pasangan Deddy-Dedi di hasil pencoblosan.
Meningkatnya hasil penghitungan suara pasangan Asyik ini juga dipengaruhi figur Pak Aher yang berhenti sepekan jelang pencoblosan. Pak Aher tentu memiliki jaringan, apalagi 10 tahun telah menjadi gubernur Jabar.
Saya yakin Pak Aher memiliki peran. Analisa saya, Pak Aher berhenti jadi gubernur di detik-detik terakhir jelang pencoblosan sangat berpengaruh terhadap pasangan Asyik. Bahkan, ada pemilih saya yang balik kanan. Tapi,
Alhamdulillah kami masih bertahan di posisi pertama hitungan sementara KPU.
Pasangan Asyik ini sangat menggerus suara Rindu dan paslon lain. Saya turun sebesar 6 persen. tapi tidak sebesar dua DM. Kondisi ini sangat di luar prediksi perhitungan ilmiah. Sebab, selama hasil survei kandidat yang diperkirakan bisa menyalip pasangan Rindu adalah Deddy-Dedi. Tapi ternyata pasangan Asyik yang menyalip Deddy-Dedi.
Ini sangat di luar dugaan. Di detik terakhir yang bersaing ketat itu antara Rindu vs Deddy-Dedi. Tapi ternyata, pasangan Asyik yang bersaing.
Selama kampanye bagaimana peran parpol?
Peran parpol luar biasa, karena pada detik terakhir jelang pencoblosan kami mendapat dukungan dari dua dukungan parpol yakni PSI dan Berkarya. Sehingga, konsolidasi parpol sangat berjalan maksimal. Selain itu, parpol juga memberikan intruksi bagi kader yang akan maju menjadi caleg 2019 untuk berkampanye.
Jadi mereka semangat untuk terpilih di 2019 di ronde pertama ini. Sehingga, mereka juga berkampanye menyosialisasikan pasangan Rindu.
Mereka mendompleng?
Bukan mendompleng, tapi saling menguntungkan saja. Kami pasangan Rindu diuntungkan karena disosialisasikan oleh mereka (caleg) dan mereka juga diuntungkan bisa bertemu dengan warga. Karena, momennya
top of mind pilkada.
Kang Emil bagaimana menenuhi biaya pilkada yang besar?
Nah, bagi pasangan Rindu dengan parpol sudah sepakat untuk berbagai. Kami akan membiayai seluruh kebutuhan alat praga kampanye (APK) dan parpol sepakat membiayai saksi untuk ribuan tempat pemungutan suara (TPS) untuk mengawal suara. Ini fakta, jadi partai itu mengeluarkan duit untuk saya.
Editor: Muhammad Saiful Hadi