Ridwan Kamil Bicara Kemenangan Pilgub Jabar dan Agenda 2019
BANDUNG, iNews.id - Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat (KPU Jabar) belum memutuskan dan mengumumkan secara resmi pemenang Pilgub Jabar 2018. Rencananya, rapat pleno penetapan pemenang pilkada baru akan dilakukan pada Senin (9/7/2018), mendatang. Editor: Muhammad Saiful Hadi
Kendati demikian, berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count KPU Jabar. Pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) masih memimpin perolehan suara di Pilgub Jabar 2018 dengan persentase sebesar 33,01 persen.
Kemudian disusul pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) dengan persentase suara 28,47 persen. Di urutan ketiga pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Deddy-Dedi) dengan persentase 25,47 persen dan terakhir TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) sebesar 12,68 persen.
Menanggapi hasil perolehan suara Pilgub Jabar 2018, iNews.id melakukan wawancara eksklusif bersama calon gubernur (Cagub) Jabar Ridwan Kamil, pada Selasa (3/7/2018) sore. Wawancara berjalan santai sambil menaiki kendaraan Bandros (Bandung Tour on Bus) dari Balai Kota Bandung menuju alun-alun, Jalan Braga, dan kembali ke Balai Kota.
Berikut kutipan wawancara singkat iNews.id bersama Cagub Jabar Ridwan Kamil:
Pertama-tama, kami ucapkan selamat kepada Kang Emil sudah mengikuti seluruh tahapan Pilkada Serentak Jabar 2018.
Iya, hatur nuhun, terima kasih.
Sejumlah lembaga survei sudah melakukan proses hitung cepat atau quick count saat pencoblosan lalu, dan hasilnya Kang Emil unggul. Bagaimana tanggapannya?
Ya, empat sampai lima lembaga survei sudah merilis hasilnya dan pasangan Rindu unggul. Tapi, ini masih sementara. Belum resmi. Resminya nanti diumumkan KPU Jabar, Senin (9/7/2018), mendatang. Kita tunggu saja.
Hasil quick count Kang Emil unggul. Apa resep kemenangan di Pilgub Jabar?
Kalau dari saya banyak hikmahnya. Pertama, ternyata saya ditolong oleh karya-karya. Jadi, setiap saya menghasilkan sebuah karya. Seperti Bandros ini ternyata banyak diapresiasi oleh warga, bukan hanya masyarakat Bandung. Tapi banyak warga di luar Bandung banyak yang apresiasi.
Apa indikatornya, karena saat saya kampanye, mereka selalu bilang "bikin seperti Bandung ya Pak," dan itu berkali-kali.
Kedua, kampanye kami sangat ilmiah. Kami juga melakukan survei yang tidak dipublikasikan. Surveinya hanya untuk kepentingan strategi. Contohnya, kami melakukan survei untuk melihat kelemahan pasangan Rindu dengan paslon lain. Misalnya kami lemah di Kota Cirebon, Kuningan, Sumedang, Kota Bekasi.
Tapi, hasil pencoblosan ternyata kami menang. Nah itu, ada kampanye ilmiah dan karya. Selain itu kemenangan juga dibantu oleh kekuatan kader partai dan relawan. Mereka bekerja sangat masif. Berkampanye dengan membuat 17 video sosialisasi untuk menarik kalangan milenial. Nah, kombinasi inilah yang memperkuat kemenangan pasangan Rindu.