Muhammad Kece, Tersangka Penista Agama Pernah Galang Pengikut Ajaran Sesat di Pangandaran

Syamsul Ma'arif ยท Sabtu, 28 Agustus 2021 - 09:41:00 WIB
Muhammad Kece, Tersangka Penista Agama Pernah Galang Pengikut Ajaran Sesat di Pangandaran
YouTuber M Kece telah ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama. (Foto: Ist)

PANGANDARAN, iNews.id - Muhammad Kece yang bernama asli Kosman bin Suned pernah merekrut pengikut ajaran sesat di Kabupaten Pangandaran. Akibat perbuatan itu, Kosman alias Muhammad Kace diusir dari kampung halamannya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Bakesbangpol) Pangandaran Dedih Hidayat mengatakan, Muhammad Kece atau Kosman merupakan warga Dusun Burujul, Desa Limusgede, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Kepastian ini setelah Kesbangpol Pangandaran melakukan penelusuran tentang M Kece atau Kosman sebelum viral dan menjadi perbincangan publik.

"Kami pernah mengaji sebuah tayangan YouTube milik M Kece. Di (kanal) YouTube tersebut M Kece menyebutkan kalimat dari Cijulang ke Bandung sekitar 6 jam," kata Dedih, Sabtu (28/8/2021).

Dedih berpendapat Cijulang yang disebut M Kece merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Pangandaran. "Beberapa pihak kami konfirmasi, apakah kenal dengan M Kece? Hasil konfirmasi tersebut akhirnya membuahkan hasil bahwa M Kece adalah Kosman warga Dusun Burujul, Desa Limusgede, Kecamatan Cimerak yang pernah diusir warga karena menyebarkan ajaran sesat," ujarnya.

Kepala Kesbangpol Pangandaran Dedih Hidayat. (Foto: Syamsul Ma`arif)
Kepala Kesbangpol Pangandaran Dedih Hidayat. (Foto: Syamsul Ma`arif)

Keterangan beberapa pihak, tutur Dedih, Muhammad Kece pernah merekrut pengikut berjumlah 10 orang. Namun waktu itu juga pengikut M Kece sudah sadar dan kembali membacakan syahadat.

"M Kece atau Kosman bukan seorang ustaz. Kesehariannya meresahkan masyarakat lantaran lontaran yang diucapkan menyimpang dari ajaran agama," tutur Dedih.

Sementara Kepala Desa Limusgede Asep mengatakan, M Kace atau Kosman sudah lama pindah domisili. Namun keluarganya masih ada di Kabupaten Pangandaran.

"Asumsi masyarakat Kosman jadi misionaris karena pernah membagikan mie instan dengan misi tertentu dan akhirnya membuat kegaduhan di kalangan masyarakat," kata Asep.

Sejak dulu dia kerap mengutarakan pandangan yang dianggap menyimpang dari ajaran Islam, tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukannya sekarang di kanal Youtube miliknya.

Sedangkan jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran meminta kepada pihak Polisi Republik Indonesia (Polri) untuk menindak penista agama M Kece secara hukum.

Ketua MUI Pangandaran KH Otong Aminudin. (Foto: Syamsul Ma`arif)
Ketua MUI Pangandaran KH Otong Aminudin. (Foto: Syamsul Ma`arif)

Dalam sebuah video yang disebar berdurasi satu menit tiga puluh lima detik, nampak Ketua MUI Kabupaten Pangandaran KH Otong Aminudin menerangkan M Kece bernama asli Kosman Bin Suned.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepolisian Republik Indonesia yang telah menangkap M Kece atau Kosman," kata KH Otong.

Sejak M Kece atau Kosman remaja, dikampung halaman selalu merendahkan dan melecehkan kaidah Agama. Selain itu, M Kece atau Kosman juga selalu meremehkan ustad di daerah kampung halaman KH Otong. "M Kece itu bukan seorang Ustadz tapi dia adalah pelecehan kepada para ustad," ujarnya.

Dengan demikian, KH Otong meminta kepada Kepolisian Republik Indonesia sodara Kosman dihukum seberatnya. "Hukum dia, Kosman, supaya kami dalam melaksanakan kerukunan kehidupan beragama tentram dan tenang," tutur KH Otong.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, M Kece terusir dari Pangandaran dan ditangkap di Bali. M Kece sejak dulu kerap mengemukakan pemahaman yang menyimpang sehingga menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Bahkan warga di kampung halamannya mencurigai M Kece sebagai missionaris yang mengganggu aqidah umat Islam. 

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: