Ini Sosok Karuhun Sumedang yang Makamnya Muncul saat Waduk Jatigede Surut

Beben HVA ยท Jumat, 27 Agustus 2021 - 14:32:00 WIB
Ini Sosok Karuhun Sumedang yang Makamnya Muncul saat Waduk Jatigede Surut
Salah satu makam keramat di area Kabuyutan Astana Gede Cipaku Sumedang, yang muncul di saat air Waduk Jatigede surut. (Foto: iNewsTv/Beben HVA)

SUMEDANG, iNews.id - Makam keramat di area Kabuyutan Astana Gede Cipaku, Desa Pakualam, Kecamatan Darmaraja, Sumedang, merupakan karuhun atau leluhur Kerajaan Sumedang Larang. Area makam tersebut akan muncul dan terlihat jika air Waduk Jatigede surut.

Lalu siapakah tokoh atau sosok yang dimakamkan di area permakaman yang selalu tergenang air itu? Menurut juru pelihara makam keramat Astana Gede Cipaku, Ujang Suyatna, di lokasi tersebut dimakamkan sejumlah leluhur Kerajaan Sumedang Larang, salah satunya Eyang Prabu Lembu Agung. 

"Eyang Prabu Lembu Agung ini merupakan anak dari Prabu Tajimalela dan cucu dari Prabu Guru Aji Putih (pendiri Kerajaan Tembong Agung jauh sebelum Kerajaan Sumedang Larang berdiri)," kata Ujang, Jumat (27/8/2021).

Selain tokoh itu, kata dia, terdapat makam keramat lain, yakni Makam Embah Jalul yang berada di sebelah selatan Makam Eyang Prabu Lembu Agung. Sosok Embah Jalul diyakini warga sekitar sebagai tokoh atau ahli di bidang pengobatan di saat masih berdiri kerajaan Sumedang Larang. 

"Beliau merupakan ahli pengobatan atau kalau sekarang disebut tabib," ujar dia.

Satu lagi, makam makam Nyi Mas Siti Sujiah yang letaknya berada pada bagian paling selatan kompleks permakaman yang dikeramatkan. Tokoh ini disebut-sebat memiliki trah Mataram.

"Alhmdulillah ketika air waduk surut, makam bisa kita lihat dan dapat berziarah di lokasi. Tapi kalau tergenang, ziarah hanya di bibir air dan menghadap ke makam," ucap dia.

Terpantau, area permakaman cukup bersih dan tidak ada pohon besar yang menjadi peneduh. Beberapa makam keramat hanya berupa susunan batu dan nisannya dibungkus dengan kain putih. Sekeliling makam dipagar dengan bambu serta penutup kain merah putih.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: