Buruh-Ridwan Kamil Duduk Satu Meja Bahas UMP Jabar 2021 Tak Hasilkan Kesepakatan

Agung Bakti Sarasa ยท Senin, 09 November 2020 - 22:20:00 WIB
Buruh-Ridwan Kamil Duduk Satu Meja Bahas UMP Jabar 2021 Tak Hasilkan Kesepakatan
Buruh unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, beberapa waktu lalu. Mereka menuntut kenaikan UMP Jabar tahun 2021. SINDOnews/Agung Bakti Sarasa

BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jabar Ridwan Kamil menerima perwakilan buruh untuk duduk bersama membahas persoalan upah minimum provinsi (UMP) Jabar 2021 di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (9/11/2020). Pertemuan itu tak membuahkan kesepatakan apapun.

Kedua belah pihak, baik buruh maupun Gubernur Jabar tetap pada pendirian masing-masing. Pihak buruh tetap ngotot menuntut UMP 2021 naik sebesar 8,8 persen. Sedangkan Ridwan Kamil tetap kepada keputusannya tak menaikkan UMP Jabar 2021.

Ketua umum Pimpinan Pusat FSP TSK SPSI Jabar Roy Jinto Ferianto mengatakan, buruh tetap meminta Pemprov Jabar menaikkan besaran UMP Jabar 2021 sebesar 8,8 perseon.

Sebab, kata Roy, alasan tidak menaikkan UMP Jabar 2021 tidak masuk akal. "Kami tetap meminta UMP Jabar 2021 direvisi. Kam minta UMP Jabar 2021 naik," kata Roy seusai audiensi.

Selain kenaikan UMP Jabar 2021, ujar Roy, buruh juga tetap meminta upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK) 2021 yang menjadi kewenangan Pemprov Jabar, naik.

"UMK (upah minimum kabupaten/kota) itu ditetapkan 21 November. Waktunya sebentar lagi. Kami minta Pak Gubernur menaikkan UMP sebagai dasar kenaikan UMK," ujar dia.

Roy menuturkan, dalam Pasal 43 dan 44 di bab penjelasan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 diterangkan bahwa penghitungan pertumbuhan ekonomi tidak dilakukan di akhir tahun.

Perhitungan year to year (yoy), dilakukan pada triwulan ketiga dan keempat tahun 2019 kemudian triwulan pertama dan kedua pada 2020.

"Kalau diambil terakhir triwulan ketiga memang minus. Tapi kan ada pertumbuhan di tahun sebelumnya dan amanat PP 78 begitu menghitungnya. Di bab penjelasan, kalau menghitung (pertumbuhan ekonomi) di tiga triwulan ini. Triwulan ketiga-keempat 2019 dan triwulan kesatu 2020, itu plus semua. Minus hanya di kuartal kedua ini," tutur Roy.

Editor : Agus Warsudi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: