Ini Alasan Gubernur Ridwan Kamil Tak Naikkan UMP Jabar 2021

Agus Warsudi, Agung Bakti Sarasa ยท Senin, 02 November 2020 - 17:53:00 WIB
Ini Alasan Gubernur Ridwan Kamil Tak Naikkan UMP Jabar 2021
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menggelar konferensi pers seusai rakor penanganan Covid-19 di Mapolda Jabar. (Foto: SINDOnews/Agus Warsudi)

BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkap alasan tak menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jabar 2021. Salah satu alasannya adalah, Ridwan Kamil tak ingin terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Seperti diketahui berdasarkan rapat pleno pembahasan penetapan UMP Jabar 2021 pada 27 Oktober 2020, mayoritas anggota Dewan Pengubahan Provinsi Jabar menyepakati rekomendasi nilai UMP Jabar 2021 sama dengan UMP Jabar 2020 sebesar Rp1.810.351,36 atau tidak naik.

Sesuai rekomendasi Dewan Pengupahan Provinsi Jabar tersebut, Ridwan Kamil akhirnya menetapkan dan mengumumkan UPM Jabar 2021 sebesar Rp1.810.351,36 melalui Keputusan Gubernur Jabar Nomor 561/Kep.722-Yanbangsos/2020 tentang Upah Minimum Provinsi Jawa Barat Tahun 2021 yang ditandatangani pada 31 Oktober 2020.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, keputusan tersebut sesuai Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah Nomor M/ll/HK.04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang ditujukan kepada seluruh gubernur di Indonesia.

Menurut Kang Emil, sekitar 60 persen industri nasional berada di Jabar. Sebagian besar bergerak di bidang industri manufaktur. Selama pandemi Cvodi-19, terdapat 2.000-an perusahaan industri manufaktur terdampak. Sebanyak 500 perusahaan di antaranya melakukan PHK.

"Jadi bayangin ya, 60 persen industri dari semua industri di Indonesia ada di Jabar. Di masa pandemi Covid-19 saat ini, industri manufaktur paling terdampak. Nah, hasil kajian dan kesepakatannya, kalau (UMP) naik, si manufaktur yang sudah terpuruk ini akan lebih terpuruk lagi (jika UMP Jabar 2021 naik), sehingga nanti ujungnya PHK. Kan kasian lah, justru lebih terpuruk lagi. Yang dirugikan buruh lagi," kata Kang Emil seusai rapat koordinasi (rakor) COVID-19 di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (2/11/2020).


Editor : Agus Warsudi