1. Sang Hyang Kersa
Dalam berbagai literatur, tidak disebutkan siapa pendiri kepercayaan Sunda Wiwitan. Yang pasti, sistem kepercayaan ini diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur suku Sunda.
Fondasi dari sistem kepercayaan Sunda Wiwitan adalah, ada satu entitas yang maha kuasa, memiliki kekuasaan atas segalanya. Dia adalah pencipta alam semesta.
Sunda Wiwitan menyebut entitas yang maha satu itu dengan istilah Sang Hyang Jati Tunggal atau Tuhan Yang Maha Esa. Sifat dan kekuasannya pun tidak terbatas, maka disebut Sang Hyang Kersa atau Yang Maha Kuasa.
Ajaran tentang satu entitas yang maha kuasa tersebut tertulis dalam Kitab Sanghyang Siksakandang Karesian. Kitab ini berisi ajaran keagamaan, tuntunan moral, aturan, dan budi pekerti bagi masyarakat Sunda.
Maka, Sunda Wiwitan disebut sebagai ajaran agama dengan unsur monoteisme purba. Selain percaya kepada Sang Hyang Jati Tunggal atau Tuhan Yang Maha Esa, Sunda Wiwitan juga mengajarkan tentang aturan moral dan etika, hidup harmonis dengan sesama manusia dan alam sekitarnya. Kearifan lokal masyarakat Sunda terhadap alam masih dipegang teguh sampai saat ini.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, dulu kala, orang Sunda bukanlah penganut Hindu atau Buddha yang berkembang pada abad 1 Masehi, melainkan penganut animisme, yaitu kepercayaan yang menghormati arwah leluhur.
Namun dalam perkembangannya, kepercayaan orang ini telah dimasuki oleh unsur-unsur ajaran Hindu dan sampai kepada Islam. Dalam Carita Parahyangan kepercayaan ini disebut sebagai ajaran "Jatisunda".
Editor : Agus Warsudi
Bahasa Sunda budaya sunda adat sunda Upacara adat Sunda Sunda Wiwitan Tatar Pasundan tarumanagara Kerajaan Tarumanagara Kerajaan Salakanagara
Artikel Terkait