Bupati Garut Rudy Gunawan meninjau kondisi terkini di lokasi bencana Desa Sukanagara, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Senin (26/9/2022). (FOTO: FANI FERDIANSYAH)
fani ferdiansyah

GARUT, iNews.id - Perbaikan infrastruktur, baik jalan dan jembatan yang rusak akibat banjir bandang dan longsor di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, akan dilakukan bertahap. Untuk perbaikan itu, Pemkab Garut menganggarkan dana Rp1,7 miliar.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengatakan, perbaikan akan dimulai pada masa tanggap darurat dan transisi pascabencana. "Pemulihan harus dilakukan untuk mengembalikan kondisi di masyarakat sana (Pameungpeuk) seperti sedia kala. Kami lakukan di masa tanggap darurat dan pada masa transisi atau pasca bencana," kata Helmi Budiman pada MNC Portal Indonesia (MPI), Senin (26/9/2022). 

Helmi Budiman merevisi jumlah rumah terdampak akibat bencana banjir bandang dan longsor  dari sebelumnya sekitar 1.600-an unit rumah menjadi 1.100-an unit. "Data ini didapat setelah BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) melakukan pengecekan ulang," ujar Helmi Budiman. 

Bencana banjir bandang dan longsor yang menerjang Kecamatan Pameungpeuk pada Kamis (22/9/2022) malam itu, tutur Wabup Garut, telah merusak infrastruktur jalan dan jembatan dengan kerugian ditaksir mencapai Rp10 miliar. 

"Masa tanggap darurat, tutur Wabup Garut, diberlakukan pemerintah daerah selama 7 hari terhitung Jumat (23/9/2022) keesokan harinya," tutur Wabup Garut.

Sementara itu, Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, Pemkab Garut menggelontorkan dana sebesar Rp1,7 Miliar dari anggaran belanja tak terduga (BTT). Dana sebanyak itu akan digunakan untuk menanggulangi dampak bencana banjir bandang dan longsor yang melanda kawasan Garut selatan pekan lalu. 

"Jadi banjir di Garut Selatan itu terjadi di 5 Kecamatan, tapi yang terdampak secara luas itu adalah di Kecamatan Pameungpeuk, lalu ada satu orang yang meninggal dunia yaitu di Kecamatan Cisompet dan ada lebih daripada 1.000 lebih rumah yang terdampak," kata Bupati Garut.

Rudy Gunawan menyatakan, Pemkab Garut akan memberikan dana cash for work dari BTT sebesar Rp300.000 untuk satu rumah. Selain itu, Pemkab Garut juga akan memberikan bantuan dana maksimal Rp20 juta bagi rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana ini.

"Dengan 1.000-an unit rumah  kurang lebih Rp300 juta. Yang kedua adalah rumah rusak berat dan ringan itu telah dilakukan perbaikan dan pemberian maksimal Rp20 juta. Sedangkan untuk infrastruktur terutama itu adalah melakukan rekonstruksi inti PDAM dan jembatan serta berbagai fasilitas lain. Ya semuanya kami keluarkan hari ini Rp1,7 Miliar dari BTT," ujar Rudy Gunawan.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT