Selain atap, dinding salah satu ruang kelas di SDN Dunguswiru II Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, berlubang. (Foto: iNews.id/Fani Ferdiansyah)
fani ferdiansyah

GARUT, iNews.id - Rusaknya dua ruang kelas di SDN Dunguswiru II di Kecamatan Limbangan mendapat perhatian anggota DPRD Kabupaten Garut. Anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat, Putri Tantia, menyatakan telah mengecek sekolah tersebut melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). 

"Setelah saya cek di Dapodik, ternyata pihak sekolah tidak mengisinya dengan benar. Sehingga pemerintah tidak mengetahui adanya ruang kelas yang rusak," kata Putri Tantia, Senin (26/9/2022). 

Putri mengungkapkan, data tersebut mencantumkan laporan bahwa keadaan sekolah dalam keadaan baik.

"Ternyata masalah pengisian data ini mengakibatkan efek pada tidak dapatnya bantuan DAK (Dana Alokasi Khusus) berbentuk RKB (Ruang Kelas Baru) untuk sekolah-sekolah pendidikan dasar di Garut," ujarnya. 

Anggota Komisi IV ini pun menyatakan pihaknya akan mengusulkan pada Bupati Garut Rudy Gunawan untuk dilakukan pendidikan dan latihan khusus bagi operator sekolah. Tujuannya agar persoalan mengenai Dapodik di Kabupaten Garut dapat selesai. 

"Akan diusulkan ke Pak Bupati nanti, tujuannya agar dapat menjadi informasi yang valid untuk kebutuhan pendidikan di Garut. Tentu saja agar persoalan yang terjadi sekarang, seperti tidak mengisi data Dapodik dengan benar tak terulang kembali," ujarnya. 

Putri Tantia menambahkan, pihaknya akan mendorong Dinas Pendidikan Kabupaten Garut untuk menganggarkan dana bagi perbaikan ruang kelas yang rusak di SDN Dunguswiru II Limbangan. 


Terpisah, Korwil Pendidikan kecamatan Limbangan, Nanang, mengungkapkan hal yang sama. Dia menilai sistem pengisian Dapodik saat ini kurang akurat. 

"Kekurang akuratan data ini menghambat proses perbaikan," kata Nanang. 

Terkait ruang kelas yang rusak, Nanang membenarkan bila pihak sekolah telah mengajukan permohonan bantuan. 

"Sedang menunggu verifikasi. Secara keseluruhan di Limbangan ini ada enam sekolah yang sedang diajukan, termasuk SDN Dunguswiru II," ucapnya. 

Untuk diketahui, dua ruang kelas SDN Dunguswiru II di Kecamatan Limbangan berkondisi rusak berat. Kerusakan tampak pada bagian dinding dan atap ruangan. Salah satu siswa kelas 6 SDN Dunguswiru II, Mutiara, berharap pemerintah segera memperbaiki ruang kelas di sekolahnya yang rusak. 

"Agar bisa belajar dengan nyaman," tutur Mutiara. 


Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT