Wakil Bupati Garut Helmi Budiman meninjau lokasi terdampak banjir bandang di Desa Mandalakasih, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jumat (23/9/2022). (Foto: iNews.id/Fani Ferdiansyah)
Ii Solihin

GARUT, iNews.id - Upaya pembersihan material lumpur terus diintensifkan pascabanjir di Pameungpeuk, Kabupaten Garut. Bahkan, alat berat pun mulai diturunkan untuk mempercepat proses pembersihan lumpur.

Tidak hanya itu, warga juga ikut bergotong-royong bersama-sama membersihkan rumah dan jalan yang sebelumnya terendam banjir dari luapan Sungai Cipaleubuh. Kala itu banjir menerjang Desa Sirnabakti, Desa Pameungpeuk, Desa Paas dan Mandalakasih, Kecamatan Pameungpeuk.

Sedikitnya sudah empat kali warga di daerah ini mengalami banjir akibat debit air Sungai Cipaleubuh tinggi dan merendam perkampungan warga.

Meski sudah menjadi langganan banjir, namun warga setempat hanya bisa pasrah dan menunggu langkah konkrit dari pemerintah agar banjir serupa tak terus terjadi dan manjadi ancaman yang terus-menerus.

Di lokasi banjir saat ini sudah diturunkan alat berat untuk membersihkan lumpur, seperti halnya di kawasan Leuwisimar dan Kaum Lebak, Desa Pameungpeuk, yang memang terdampak cukup parah.


Tak hanya itu, warga korban banjir pun secara bersama-sama mencuci pakaian dan perabotan yang masih bisa diselamatkan.

Salah seorang warga, Dede Suryati mengaku bahwa banjir kali ini merupakan banjir yang terparah yang memang kerap terjadi di daerahnya. Dia pun tak manyangka akan kembali terjadi banjir karena datang secara tiba-tiba.

Yang tersisa hanya baju-baju ini saja. Kejadiannya besar sekali dan baru kali ini banjir bisa sebesar itu," kata Dede Suryati, warga korban banjir, Minggu (25/9/2022).


Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Satria Budi, mengatakan saat ini alat berat sudah diturunkan untuk memudahkan membersihkan lumpur.

"Kami intensifkan sterilisasi pascabanjir dan hari ini dua alat berat kami terjunkan untuk membersihkan material bekas banjir," kata Satria Budi.

Tak hanya itu, dia pun mengaku bahwa banjir yang terparah terjadi di Pameungpeuk, meskipun memang tidak menimbulkan korban jiwa.


Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT