Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Aswin Sipayung. (FOTO: iNews.id/AGUS WARSUDI)
Agus Warsudi

BANDUNG, iNews.id - Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Aswin Sipayung memastikan kasus penganiayaan yang dialami Anoy Roz (45), perempuan atlet binaraga atau binaragawati oleh oknum driver ojek online (ojol), diusut tuntas. Kombes Pol Aswin Sipayung memberi atensi terhadap kasus itu.

"Dugaan penganiayaan korban saudari yang berprofesi binaragawati, kami sudah menerima laporannya dan sekarang sedang proses penyidikan. Semoga tidak terlalu lama, proses penyidikan bisa selesai," kata Kapolrestabes Bandung di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jumat (11/11/2022).

Kombes Pol Aswin Sipayung menyatakan, memberikan atensi terhadap seluruh kasus yang dilaporkan ke Polrestabes Bandung dan jajaran, termasuk dugaan penganiayaan yang menimpa Anoy Roz. "Iya, seluruh perkara kita atensi ini juga jadi atensi penyidik," ujar Kombes Pol Aswin Sipayung. 

Ditanya apakah pelaku yang menganiaya Anoy Roz telah ditangkap dan ditetapkan tersangka? Kapolrestabes Bandung menuturkan, sampai saat ini, pelaku belum ditangkap dan dijadikan tersangka.

"Sampai saat ini belum (ditangkap dan jadi tersangka). Nanti setelah ada perkembangan penyidikan kami sampaikan lebih lanjut. Tetap kami atensi ko sampai tuntas penyidikannya. Tetap bertahap ya. Semoga tidak terlalu lama perkara ini bisa selesai penyidikannya," tutur Kapolrestabes Bandung.

Diberitakan sebelumnya, kasus penganiayaan yang dialami Anoy Roz ini telah dilaporkan ke Satreskrim Polrestabes Bandung dengan nomor aduan STPB/281/XI/2022/JBR/Polrestabes. 

Peristiwa ini berawal saat Anoy Roz hendak menemui klien di sebuah mal, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. Namun saat dalam perjalanan, ban motor Anoy kempis. Akhirnya Anoy memarkirkan motor itu di Jalan Purnawarman depan pusat perbelanjaan elektronik. 

Karena sudah ada janji dengan klien, Anoy Roz kemudian memesan layanan ojol. Saat itu, Anoy Roz meminta bantuan tukang parkir di lokasi kejadian agar tidak salah menentukan titik jemput. Selain itu, Anoy juga memberikan informasi tentang pakaian yang dikenakan, jaket abu-abu dan celana leging merah.

Setelah terhubungan dengan driver, Anoy pun menunggu cukup lama. Sementara, klien kembali menghubungi dirinya. Akhirnya Anoy kembali menghubungi driver ojol yang dipesan tadi. Namun oknum driver ojol itu mengaku sudah tiga kali memutar tetapi tidak menemukan Anoy Roz.

"Padahal saya sudah ngasih titik jemput yang jelas, di depan pusat perbelanjaan yang sudah terkenal. Saya juga ngasih tau pakaian yang saya pakai," kata Anoy.

Karena tak kunjung datang, Anoy Roz memutuskan untuk membatalkan pesanan. Itu pun telah melalui kesepakatan bersama dengan driver ojol. Setelah membatalkan pesanan, Anoy Roz kembali memesan, ojol yang lain.

Tak lama kemudian, driver ojol kedua pun tiba. Lalu, Anoy naik motor driver ojol kedua. Namun tiba-tiba datang oknum driver ojol pertama. Pelaku mendatangi Anoy sambil marah-marah. 

Anoy pun turun dari motor driver ojol kedua dengan maksud menyelesaikan masalah dengan pelaku. Bahkan Anoy bersedia memberikan biaya pengganti kepada driver ojol pertama.

Tetapi, tawaran itu justru ditanggapi emosi oleh pelaku. Bahkan, pelaku memukul wajah Anoy. Tetapi dengan sigap anoy menangkis menggunakan tangan dan helm. Setelah itu, pelaku kembali menyerang dan terakhir tendangan lurus mengenai rusuk bawah kiri Anoy.

Sementara itu, Ucok Rolando P Tamba, kuasa Hukum dari korban Anoy Roz, mengatakan, pelaku diadukan telah melanggar Pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 355 ayat 1 KUHP juncto UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

"Selain itu, kami juga menyiapkan pasal cangan Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 310 juncto 311 KUHP," kata Ucok Rolando P Tamba.

Terkait permasalahan ini, Grab Indonesia telah menjatuhkan sanksi telak terhadap oknum driver ojol yang melakukan kekerasan terhadap Anoy Roz. Grab memutus hubungan kemitraan pelaku. Bahkan, Grab memasukkan pelaku ke dalam blacklist atau daftar hitam sehingga tidak bisa kembali menjadi mitra driver.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT