Mako Satreskrim Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung. (Foto: iNews.id/Agus Warsudi)
Agus Warsudi

BANDUNG, iNews.id - Polisi menyelidiki kasus penganiayaan terhadap Anoy Roz, perempuan atlet binaraga atau binaragawati yang diduga dilakukan oknum driver ojek online (ojol). Saat ini, polisi masih mengumpulkan bahan dan keterangan terkait kasus tersebut.

Kasi Humas Polrestabes Bandung AKP Rose mengatakan, benar Anoy Roz telah membuat pengaduan terkait penganiayaan yang dialami ke Satreskrim Polrestabes Bandung pada Senin 7 November 2022.

"Sebagai tindak lanjut, Satreskrim Polrestabes Bandung segera melakukan proses penyelidikan kasus itu dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti," kata Kasi Humas Polrestabes Bandung melalui pesan singkat kepada wartawan, Kamis (10/11/2022).

Sementara itu, dalam keterangan resmi tertulis, Director of West Indonesia Grab Indonesia Richard Aditya mengatakan, siap bekerja sama dengan pihak berwenang, Satreskrim Polrestabes Bandung dan mendukung proses penyelidikan lebih lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku. 

"Keselamatan, keamanan, serta kenyamanan baik penumpang maupun Mitra Pengemudi merupakan prioritas utama Grab. Grab tidak menolerir segala bentuk kekerasan dan akan selalu mengambil langkah tegas sesuai peraturan dan hukum yang berlaku," ucap Richard Aditya.

Diberitakan sebelumnya, kasus penganiayaan yang dialami Anoy Roz ini telah dilaporkan ke Satreskrim Polrestabes Bandung dengan nomor aduan STPB/281/XI/2022/JBR/Polrestabes. 

Peristiwa ini berawal saat Anoy Roz hendak menemui klien di sebuah mal, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. Namun saat dalam perjalanan, ban motor Anoy kempis. Akhirnya Anoy memarkirkan motor itu di Jalan Purnawarman depan pusat perbelanjaan elektronik. 

Karena sudah ada janji dengan klien, Anoy Roz kemudian memesan layanan ojol. Saat itu, Anoy Roz meminta bantuan tukang parkir di lokasi kejadian agar tidak salah menentukan titik jemput. Selain itu, Anoy juga memberikan informasi tentang pakaian yang dikenakan, jaket abu-abu dan celana leging merah.

Setelah terhubungan dengan driver, Anoy pun menunggu cukup lama. Sementara, klien kembali menghubungi dirinya. Akhirnya Anoy kembali menghubungi driver ojol yang dipesan tadi. Namun oknum driver ojol itu mengaku sudah tiga kali memutar tetapi tidak menemukan Anoy Roz.

"Padahal saya sudah ngasih titik jemput yang jelas, di depan pusat perbelanjaan yang sudah terkenal. Saya juga ngasih tau pakaian yang saya pakai," kata Anoy.

Karena tak kunjung datang, Anoy Roz memutuskan untuk membatalkan pesanan. Itu pun telah melalui kesepakatan bersama dengan driver ojol. Setelah membatalkan pesanan, Anoy Roz kembali memesan, ojol yang lain.

Tak lama kemudian, driver ojol kedua pun tiba. Lalu, Anoy naik motor driver ojol kedua. Namun tiba-tiba datang oknum driver ojol pertama. Pelaku mendatangi Anoy sambil marah-marah. 

Anoy pun turun dari motor driver ojol kedua dengan maksud menyelesaikan masalah dengan pelaku. Bahkan Anoy bersedia memberikan biaya pengganti kepada driver ojol pertama.

Tetapi, tawaran itu justru ditanggapi emosi oleh pelaku. Bahkan, pelaku memukul wajah Anoy. Tetapi dengan sigap anoy menangkis menggunakan tangan dan helm. Setelah itu, pelaku kembali menyerang dan terakhir tendangan lurus mengenai rusuk bawah kiri Anoy.

Sementara itu, Ucok Rolando P Tamba, kuasa Hukum dari korban Anoy Roz, mengatakan, pelaku diadukan telah melanggar Pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 355 ayat 1 KUHP juncto UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

"Selain itu, kami juga menyiapkan pasal cangan Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 310 juncto 311 KUHP," kata Ucok Rolando P Tamba.

Terkait permasalahan ini, Grab Indonesia telah menjatuhkan sanksi telak terhadap oknum driver ojol yang melakukan kekerasan terhadap Anoy Roz. Grab memutus hubungan kemitraan pelaku. Bahkan, Grab memasukkan pelaku ke dalam blacklist atau daftar hitam sehingga tidak bisa kembali menjadi mitra driver.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT