10 ekor sapi di Babakan Ciparay terindikasi mengidap PMK. Sapi kurban itu didatangkan dari luar kota. (Foto: Antara)
Arif Budianto

BANDUNG, iNews.id - Sepuluh ekor sapi yang disuplai dari luar kota terindikasi mengidap penyakit mulut dan kuku (PMK). Kesepuluh sapi yang hendak dijual untuk kebutuhan jelang Idul Adha tersebut berada di Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar menyebutkan, telah ditemukan indikasi positif PMK pada 10 sapi di peternakan Babakan Ciparay pada 21 Mei lalu. Meski telah rutin diimbau, tapi secara diam-diam 10 sapi ini didatangkan dari luar Kota Bandung pada pukul 01.30 WIB.

"Lalu, saat ditemukan indikasi, mereka melapor ke posko kami yang ada di Jalan Arjuna. Pas kami cek, ternyata benar untuk gejala klinisnya. Tapi kita akan lihat kepastiannya dari hasil Laboratorium Veteriner yang ada di Subang," kata Gin Gin, Selasa (24/5/2022).

Menurut dia, lalu lintas menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh untuk mencegah penyebaran PMK. Sehingga Gin Gin berharap, perlu adanya komitmen kuat dari daerah asal juga terkait penegasan SKKH.

"Kami butuh kolaborasi dari berbagai pihak, seperti Dishub dan kepolisian untuk menjaga perbatasan-perbatasan. Sebab faktor utama itu lalu lintas. Ada beberapa daerah yang merasa sudah tertular, jadi mereka mengobral murah hewan-hewannya. Ini yang jadi bahaya jika peternak kita tergiur untuk beli," ujarnya.

Rencananya, sebelum Idul Adha, hewan kurban akan divaksin. Vaksin akan didatangkan secara impor. Namun, vaksin ini akan diprioritaskan bagi daerah zona merah atau yang terdata banyak hewan ternak terpapar PMK.

Kepala Bidang Keamanan Pangan DKPP Kota Bandung drh Ermariah mengatakan, masa inkubasi virus PMK ini dari 0-14 hari. Untuk mencegah PMK di Kota Bandung, para peternak telah menggunakan desinfektan, memberikan vitamin, dan mineral yang cukup untuk hewan. "Kami para dokter hewan juga memeriksa ulang. Periksa sebelum potong dan periksa setelah potong," kata drh Ermariah. 

Daging dari hewan yang terkena PMK, ujar Erma, masih bisa dikonsumsi asalkan matang dan dimasak dengan suhu tinggi. "Jangan dicuci, tapi langsung rebus daging dan tulangnya selama 30 menit. Dibakar juga boleh tapi harus sampai matang. Buang jeroannya," ujarnya. 


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT