Jana, menjajakan masker di Jalan Raya Banjaran-Pameungpeuk, Kabupaten Bandung. (FOTO: iNews/ERICK FAHRIZAL)
Erick Fahrizal

BANDUNG, iNews.id - Kasus Covid-19 di Indonesia yang terus menunjukan trend positif, membuat Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) membuat kebijakan melonggarkan protokol kesehatan (prokes) terkait penggunaan masker di ruang terbuka.  Kebijakan ini mengakibatkan omzet pedagang masker merosot drastis 50 persen.

Seperti yang dialami pedagang masker di pinggir Jalan Raya Banjaran-Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, Jana (24). Pascakebijakan tersebut, pedagang masker yang sudah hampir satu tahun berjualan itu mengaku mengalami penurunan omzet yang cukup drastis sebesar 50 persen. 

"Semenjak ada kelonggaran dari Presiden, sekarang omzetnya turun drastis sampai 50 persen, tidak seperti biasanya," kata Jana, saat ditemui sedang menjajakan masker, Selasa (24/5/2022) sore.

Jika biasanya dalam sehari Jana bisa menjual lebih dari 3 lusin boks masker, kini hanya 1 lusin boks. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Jana terpaksa menurunkan harga masker jualannya agar konsumen tetap berminat membeli. 

Satu dus masker yang biasa dijual Rp30.000, diturunkan menjadi Rp25.000. Kemudian untuk masker jenis lainnya yang berada di harga Rp22.500-20.000, menjadi Rp15.000. "Untuk antisipasinya kami menurunkan harga jualan," ujar Jana. 

Meski kondisi bagi pedagang masker sedang memburuk, Jana tetap semangat dan berusaha untuk menjual maskernya, karena dia yakin bahwa rezeki sudah diatur Allah SWT. "Semoga sukses, berjuang terus, berusaha dan berdo'a, yakin diatur sama yang di atas (Allah SWT)," ucap Jana.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT