get app
inews
Aa Text
Read Next : Kasus Covid-19 Tinggi, Wagub Jabar Usulkan Tasikmalaya Lockdown 

Wali Kota dan 30 ASN Terpapar Covid-19, Balaikota Tasikmalaya Disterilisasi

Jumat, 25 Juni 2021 - 10:05:00 WIB
Wali Kota dan 30 ASN Terpapar Covid-19, Balaikota Tasikmalaya Disterilisasi
Petugas BPBD Kota Tasikmalaya menyemprotkan cairan disinfektan di ruang kerja plt wali kota. (Foto: iNews/Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA, iNews.id - Seluruh ruangan, terutam kantor wali kota di Balaikota Tasikmalaya, Jawa Barat, dilakukan sterilisasi dengan cairan disinfektan, Jumat (25/6/2021). Sterilisasi dilakukan setelah plt Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf dan 30 ASN di lingkungan Setda Pemkot Tasikmalaya, terkonfirmasi positif Covid-19.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya yang melaksanakan penyemprotan disinfektan, menyisir seluruh ruangan dan lokasi yang kerap dikunjungi plt wali kota. 

Satgas BPBD Kota Tasikmalaya Agus Teten mengatakan, penyemprotan dilakukan ke seluruh ruangan, terutama di ruangan plt Wali Kota Tasikmalaya. Selain itu, petugas juga menyemprotkan disinfekta di lingkungan yang sering dilalui dan digunakan untuk beraktivitas.

"Bukan hanya di dalam ruangan, penyemrpotan disinfektan juga dilakukan di halaman dan jalan jalan sekitar lingkungan Balaikota Tasikmalaya," kata Satgas BPBD Kota Tasikmalaya.

Diberitakan sebelumnya, Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengusulkan penerapan lockdown di Tasikmalaya. Opsi ini segera diusulkan ke Gubernur menyusul tingginya kasus Covid-19 di kota tersebut.

Tingginya kasus Covid-19 dapat terlihat dari peningkatan tingkat keterisian rumah sakit yang signifikan. Bahkan sebagian telah penuh. Selain itu, kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Tasikmalaya cukup tinggi. 

Fakta tersebut disampaikan Wagub Jabar saat melakukan kunjungan kerja ke RSUD dokter Soekardjo Tasikmalaya pada Kamis (24/6/2021). Dalam kunjungannya, Uu Ruzhanul Ulum juga meninjau penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit tersebut.

Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, akan menyampaikan usulan opsi lockdown itu ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Karena penerapan PPKM mikro seperti saat ini dinilai kurang efektif untuk mengurangi angka penyebaran Covid-19. "Saat penerapan lockdown nanti, pemerintah akan menyuplai bantuan sosial untuk warga yang terdampak," kata Wagub Jabar. 

Opsi lockdown direncanakan, ujar Uu Ruzhanul, bukan tanpa alasan. Dalam beberapa pekan terakhir keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Barat termasuk di Tasikmalaya terus mengalami peningkatan signifikan.

Meski Wagub meminta opsi lockdown, kebijakan itu hanya bisa diterapkan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Maka, dia segera mengadakan rapat dengan Gubernur untuk membahasnya.

Uu juga mengimbau masyarakat lebih waspada dan selalu disiplin menerapkan prokes. Jangan menganggap bahwa Covid-19 ini kepentingan bisnis dan politik, tapi ini nyata dan berbahaya yang harus diwaspadai semua masyarakat.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, secara akumulatif terdapat 7.972 kasus terkonfirmasi positif Covid-19, 7.043 orang sudah dinyatakan sembuh 728 orang masih menjalani isolasi dan 201 orang keninggal dunia.

Editor: Agus Warsudi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut