Usai Libur Lebaran, Kesehatan Ribuan Karyawan di Karawang Tak Terpantau 

Nilakusuma · Selasa, 25 Mei 2021 - 10:50:00 WIB
Usai Libur Lebaran, Kesehatan Ribuan Karyawan di Karawang Tak Terpantau 
Kondisi kesehatan ribuan karyawan di Karawang tak terpantau seusai libur Lebaran. (Foto: Okezone)

KARAWANG, iNews.id - Hampir semua perusahaan di Karawang belum melaporkan kondisi kesehatan karyawannya seusai mudik Lebaran. Padahal, Pemkab Karawang sudah meminta setiap perusahaan atau pabrik untuk mencatat karyawannya yang mudik Lebaran yang kemudian dilakukan rapid test antigen. 

Faktanya, dari semua perusahaan yang beroperasi di Karawang, tercatat baru satu yang melaporkan jika delapan karyawannya terpapar Covid-19.

"Baru satu perusahaan yang melaporkan dan delapan karyawannya terpapar Covid -19. Sedangkan ratusan perusahaan industri lainnya belum melapor kepada kami. Laporan itu penting untuk pencegahan penyebaran Covid -19. Kami khawatir terjadi lagi klaster industri seperti sebelumnya," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan ( Disperindag) Karawang, Ahmad Suroto, Selasa (25/5/2021).

Menurut Ahmad Suroto, jumlah perusahaan industri mencapai 1.500 perusahaan yang berlokasi di lima kawasan industri di Karawang. Jumlah karyawan yang mencapai ratusan ribu orang itu diperkirakan ribuan karyawan ikut gelombang mudik Lebaran. 

"Kebanyakan pekerja industri itu berasal dari luar Karawang, sekitar 85 persen dari jumlah pekerja yang ada. Jadi sebagian ada yang mudik Lebaran kemarin," katanya.

Suroto mengatakan, untuk mencegah terjadi klaster industri, Pemkab Karawang membuat edaran kepada semua perusahaan industri untuk mendata karyawannya yang mudik Lebaran. Kemudian semua karyawan yang mudik wajib mengikuti rapid test yang dilaksanakan perusahaan. Hasilnya harus dilaporkan ke Pemkab Karawang dan Satgas Covid-19. 

"Belum ada satupun yang melaporkan itu yang membuat kami khawatir," katanya.

Menurut Ahmad Suroto, Pemkab Karawang tidak mau kecolongan lagi terjadi klaster industri. Oleh karena itu pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan jika terbukti ada karyawan yang terpapar Covid-19 tapi tidak melapor. 

"Kami masih menunggu laporan dari perusahaan terkait ini. Tapi jika belum juga melapor kami yang bertindak," katanya.  

Editor : Asep Supiandi