150 KK Terdampak Tanah Bergerak di Cirangkong Purwakarta Belum Juga Direlokasi

Asep Supiandi · Senin, 24 Mei 2021 - 12:19:00 WIB
150 KK Terdampak Tanah Bergerak di Cirangkong Purwakarta Belum Juga Direlokasi
Kondisi tanah di Kampung Cirangkong, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta masih bergerak. Cukup berbahaya bagi warga yang tinggal di kampung itu. (Foto: Istimewa)

PURWAKARTA, iNews.id - Warga terdampak tanah bergerak di Kampung Cirangkong, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, masih belum direlokasi dari tempat pengungsian. Mereka harus tinggal di penampungan sementara sejak terjadi tanah bergerak pada Minggu (7/2/2021) lalu.

Camat Tegalwaru, Beny Primiadi membenarkan sebanyak 150 kepala keluarga (KK) masih tinggal di tempat penampungan sementara. Mereka merupakan warga terdampak bencana alam tanah bergerak empat bulan lalu. 

"Ada 150 KK masih di pengungsian. Saat ini baru informasi ya kang, lebih bagusnya ke Tarkim (Dinas Tata Ruang dan Permukiman)," kata Beny kepada MNC Portal Indonesia, Senin (24/5/2021).

Dia mengaku tidak tahu secara persis kendala dalam proses relokasi warga tersebut. Akan tetapi pengajuan dalam bentuk proposal dari desa dan lain-lainnya sudah lengkap.

"Jumlah warga yang harus direlokasi tidak hanya yang terdampak langsung. Ada yang kondisi rumah tidak parah, tapi masih dalam lingkaran zona merah. Sehingga mereka juga harus direlokasi," ujar dia.

Sebebelumnya diketahui, wilayah yang terdampak tanah bergerak terdapat di Blok To'o RT 05/06, Blok Udung RT 14/06, Blok Arod RT 15/06, Blok Nana RT 15/6, dan Blok Ukek RT15/6. Akibat dari tanah bergerak sebuah majlis taklim, masjid, pos kamling, posyandu dan musala rusak berat.

Penanganan pascabencana, penanganan yang dilakukan berupa pemenuhan kebutuhan sembako. Selain itu ada tambahan bantuan dari Kementerian Sosial. Kondisi terakhir di permukiman, tanah masih terus bergerak meski dengan kecepatan lambat. Sehingga permukiman masih sangat berbahaya untuk dihuni.

Editor : Asep Supiandi