Sidang Pleidoi, Bupati KBB Nonaktif Tuding Jaksa KPK Bangun Opini Bersalah

Agung Bakti Sarasa · Senin, 01 November 2021 - 20:34:00 WIB
Sidang Pleidoi, Bupati KBB Nonaktif Tuding Jaksa KPK Bangun Opini Bersalah
Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara Sutisna membantah melakukan tindakan pidana korupsi paket bansos Covid-19. (Foto: Dok)

BANDUNG, iNews,id - Bupati Bandung Barat nonaktif, Aa Umbara Sutisna menuding jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah berusaha membangun opini bahwa dirinya bersalah dalam kapasitasnya sebagai bupati. Dia pun mengaku menangis dan sedih luar biasa saat mendengar narasi dakwaan tuntutan perkara korupsi paket bantuan sosial (bansos) Covid-19. 

"Majelis hakim yang mulia, ketika dakwaan itu dituduhkan terhadap diri saya, saya menangis dan sedih luar biasa. Begitu pun keluarga saya, konstituen saya sangat terpukul mendengar fitnah sedemikian luar biasanya," kata Aa umbara dalam nota pembelaannya saat sidang pleidoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Jalan LRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (1/11/2021). 

Aa Umbara yang membacakan pleidoinya secara virtual itu meyakinkan bahwa dirinya yang terlahir dari rakyat kecil tak mungkin mengkhianati warga Bandung Barat dengan melakukan korupsi. Terlebih, tindakan korupsi tersebut dilakukan di tengah pandemi Covid-19. 

"Sedikit pun saya tidak akan pernah mengkhianati konstituen saya. Sedikit pun saya tidak akan mencuri hak-hak masyarakat saya, apalagi di masa pandemi yang dahsyat ini," tutur Aa Umbara. 

Aa Umbara juga membantah keras dakwaan yang disampaikan jaksa KPK. Dia menegaskan, tidak pernah melakukan tindakan korupsi seperti yang disampaikan dalam dakwaan. Dia pun meyakinkan bahwa tidak ada alasan untuk dirinya nekat berbuat korupsi. 

"Saya didakwa korupsi terkait pengadaan bansos Covid-19. Hal mana tidak pernah saya lakukan dan tidak akan saya lakukan atas alasan apa pun. Saya mengemban amanah rakyat, saya memikul tanggung jawab masyarakat Bandung Barat sebagai bupati guna menyejahterakan tanah di mana saya dilahirkan dan dibesarkan," katanya. 

Aa Umbara menjelaskan bahwa tindakannya yang dituduh menyalahi prosedur semata-mata demi kepentingan masyarakat Bandung Barat yang sangat membutuhkan bantuan. Menurutnya, penderitaan masyarakat Bandung Barat adalah penderitaan dirinya. 

"Yang Mulia, masyarakat saya kelaparan!! Jaksa Penuntut Umum, masyarakat saya menangis, teriak karena tidak mampu membeli beras! Yang Mulia, masyarakat saya membutuhkan pertolongan cepat! Yang Mulia, Bukankah hal itu butuh solusi cepat? Jaksa Penuntut Umum, Bukankah Nyawa lebih penting dari pada hal-hal yang prosedural dan normatif ?" ujarnya. 

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: