Ridwan Kamil Teken UMK 2021, 17 Kabupaten-Kota Naikkan Upah Buruh

Agung Bakti Sarasa ยท Sabtu, 21 November 2020 - 22:45:00 WIB
Ridwan Kamil Teken UMK 2021, 17 Kabupaten-Kota Naikkan Upah Buruh
Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja mengumumkan penetapan besaran UMK 2021, Sabtu (21/11/2020). (Foto: Agung Bakti Sarasa)

BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil resmi menandatangani Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor: 561/Kep.774-Yanbangsos/2020 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2021, Sabtu 21 November 2020. Berdasarkan putusan ini, 17 kota dan kabupaten menaikkan UMK 2021, sedangkan 10 daerah lainnya tidak.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, kepgub yang menjadi acuan besaran upah tiap kabupaten/kota di Jabar tersebut ditandatangani berdasarkan sejumlah pertimbangan.

"Pada malam ini, Rabu 21 November 2020, keputusan gubernur tentang upah minimum kabupaten/kota sudah ditandatangani Pak Gubernur," kata Setiawan dalam konferensi pers yang digelar secara virtual dari Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (21/11/2020).

Setiawan mengemukakan, pertimbangan-pertimbangan tersebut, yakni rekomendasi besaran UMK dari 27 kabupaten/kota, saran dan pertimbangan dari Dewan Pengupahan Provinsi Jabar, serta alasan yang disampaikan 27 kabupaten/kota terkait besaran UMK yang direkomendasikan.

Atas dasar itu, ujar Setiawan, terdapat 10 kabupaten/kota yang merekomendasikan besaran UMK sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Ketenagakerjaan Nomor M/11/HK.04/2020 tentang Perlindungan Pekerja/Buruh dan Kelangsungan Usaha dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19.

Ke-10 kabupaten dan kota yang tidak menaikkan besaran UMK 2021, antara lain Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Cianjur, Garut, Kuningan, Ciamis, Pangandaran, dan Kota Banjar. "Artinya, 10 kabupaten/kota ini masih mengacu pada (UMK) 2020," ujar Sekda.

Sedangkan UMK 2021 di 17 kabupaten/kota mengalami kenaikan. Namun, kata Setiawan, kenaikan tersebut diputuskan berdasarkan pada inflasi dan laju pertumbuhan ekonomi, baik secara nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota. "Tentu saja kami memandang hal ini merupakan keputusan yang telah disepakati," tutur Setiawan.

Ke-17 daerah itu antara lain, Kabupaten Karawang, Kota/Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota/Kabupaten Bogor, Purwakarta, Kota/Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Kota Cimahi, Kabupaten Sukabumi, Subang, Indramayu, Kota/Kabupaten Cirebon, dan Majalengka.

Lebih lanjut Setiawan mengatakan, khusus 10 kabupaten/kota yang tidak menaikkan besaran UMK 2021 diberikan kesempatan untuk segera melakukan evaluasi pada semester pertama 2021.

Evaluasi mengacu pada tingkat inflasi dan LPE triwulan I dan II tahun 2021. "Untuk itu, sangat memungkinkan yang tidak menaikan, seiring dengan pemulihan ekonomi, pastinya akan ada perbaikan," kata dia.

Setiawan menambahkan, pandemi Covid-19 telah berdampak besar pada sektor ketenagakerjaan. Berdasarkan data yang dikantonginya, terdapat 2.001 perusahaan terdampak dan berdampak pada sekitar 112.000 pekerjanya.

"Sementara perusahaan yang merumahkan pekerjanya sebanyak 987 perusahaan dan berdampak pada sekitar 80.000 pekerja dan ada yang terpuruk sampai mem-PHK-kan pekerjanya. Kepgub yang ditandatangani hari ini diharapkan dapat diterima semua pihak," ujarnya.

Berikut besaran UMK tahun 2021 di 27 kabupaten/kota di Jabar:

1. Kabupaten Karawang: Rp4.798.312
2. Kota Bekasi: Rp4.782.935,64
3. Kabupaten Bekasi: Rp4.791.843,9
4. Kota Depok: Rp4.339.514,73
5.Kota Bogor: Rp4.169.806,58
6. Kabupaten Bogor: Rp4.217.206
7. Kabupaten Purwakarta: Rp4.173.568,61
8. Kota Bandung: 3.742.276,48
9. Kabupaten Bandung Barat: Rp3.248.283,28
10. Kabupaten Sumedang: Rp3.241.929,67
11. Kabupaten Bandung: Rp3.241.929,67
12. Kota Cimahi: Rp3.241.929
13. Kabupaten Sukabumi: Rp3.125.444,72
14. Kabupaten Subang: Rp3.064.218,08
15. Kabupaten Cianjur: Rp2.534.798,99
16. Kota Sukabumi: Rp2.530.182,63
17. Kabupaten Indramayu: Rp2.373.073,46
18. Kota Tasikmalaya: Rp2.264.093,28
19. Kabupaten Tasikmlaya: Rp2.251.787,92
20. Kota Cirebon: Rp2.271.201,73
21. Kabupaten Cirebon: Rp2.269.556,75
22. Kabupaten Garut: Rp1.961.085,70
23. Kabupaten Majalengka: Rp2.009.000
24. Kabupaten Kuningan: Rp1.882.642,36
25. Kabupaten Ciamis: Rp1.880.654,54
26. Kabupaten Pangandaran: Rp1.860.591,33
27. Kota Banjar: Rp1.831.884,83.


Editor : Agus Warsudi