Ridwan Kamil Pastikan Ribuan Pegawai RSHS Bandung Tak Terpapar Covid-19

Okezone, CDB Yudistira ยท Minggu, 31 Mei 2020 - 12:50 WIB
Ridwan Kamil Pastikan Ribuan Pegawai RSHS Bandung Tak Terpapar Covid-19
Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil menerima bantuan penanganan COVID-19. (Foto Antara)

BANDUNG, iNews.id - Seluruh pegawai Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat (Jabar) dipastikan tak terpapar covid-19. Hal itupun ditegaskan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Pria yang akrab di sapa Kang Emil itu menegaskan, RSHS merupakan rumah sakit paling aman saat ini di Jabar. Seluruh pegawai dan dokter pun sudah dilakukan pengetesan untuk melacak virus tersebut.

"3.000 karyawan (RSUP) Hasan Sadikin sudah dites, per hari ini tidak ada yang terpapar oleh Covid-19 sehingga ini salah satu rumah sakit yang paling aman di Jawa Barat. Tidak ada satu pun staf dan dokter per hari ini yang positif Covid-19,” kata Kang Emil dalam keterangannya, Minggu (31/5/2020).

Untuk itu, Emil mengatakan, masyarakat yang ingin berobat dan berkonsultasi terkait kesehatan agar tidak menahan diri karena RSHS sudah dipastikan aman terkendali. Namun, Emil mengingatkan warga yang akan berobat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, di antaranya memakai masker dan menjaga jarak aman.

“Dia (warga yang mau berobat) datang nanti mengantre, dites suhu. Kalau di atas 37,5 derajat (Celcius) dia akan di-treatment khusus, yang di bawah itu dia masuk ke pelayanan khusus. Tapi tetap harus pakai masker, jaga jarak,” kata Emil.

Saat ini, RSHS Bandung siap membuka kembali layanan kesehatan nonCovid-19 bagi masyarakat. Pasalnya, penanganan Covid-19 di RSHS dinilai sudah sangat terkendali dengan penurunan pasien Covid-19 yang signifikan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), peningkatan kapasitas dan fasilitas layanan kesehatan menjadi syarat penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Kang Emil melaporkan, jumlah pasien Covid-19 di ruang isolasi yang pernah mencapai 100 persen. Namun bisa turun hingga 20 persen dengan disertai tingkat kesembuhan yang tinggi.

"Dari 300-an (pasien) sekarang tinggal kurang lebih 14 orang (yang masih dirawat di ruang isolasi). Artinya pasien-pasien yang sembuh sudah sangat banyak," ucapnya.


Editor : Nani Suherni