Polisi dan Wartawan Kontak Fisik saat Kegiatan Kapolda di Sukabumi

Dharmawan Hadi · Rabu, 18 Agustus 2021 - 17:12:00 WIB
Polisi dan Wartawan Kontak Fisik saat Kegiatan Kapolda di Sukabumi
Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Asep Solihin (tengah) ketika diminta keterangan atas insiden yang terjadi antara wartawan dengan petugas. (Foto: iNews.id/Dharmawan Hadi) 

SUKABUMI, iNews.id - Insiden kontak fisik wartawan saat mengambil gambar dengan polisi terjadi di acara vaksinasi warga di Pondok Pesantren Assalam, Kabupaten Sukabumi, Rabu (18/8/2021). Acara yang dihadiri oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Ahmad Dofiri itu gegara adanya pembatasan pengambilan gambar bagi wartawan. 

"Awalnya tidak ada informasi kepada kami akan ada pembatasan pengambilan gambar. Ketika Kapolda keluar dari ruangan, spontanitas kami mengambil gambar. Tiba-tiba ada satu anggota yang mendorong dari belakang dengan keras dan teman-teman jurnalis lain melihatnya," ujar Rizki Gustana, jurnalis televisi menuturkan. 

Rizky tidak menyangka akan ada insiden tersebut karena dirinya merasa diundang pihak polres untuk melakukan liputan dan sebelum Kapolda datang dirinya secara bebas mengambil gambar tanpa ada penghalangan dari pihak mana pun. 

"Harusnya petugas memberitahu kepada kami diawal. Jadi ketika Kapolda keliling di lokasi, kami tidak akan mengambil gambar, tetapi akan satu pintu meminta gambar dari Polres," ujar Rizki.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Sukabumi Ipda Aah Saepul Rohman ketika dihubungi dirinya meminta maaf atas insiden yang terjadi pada wartawan yang meliput kedatangan Kapolda ke Sukabumi. 

"Kami pihak Polres sudah menyediakan tempat dan waktu untuk wawancara dengan Kapolda, akan tetapi insiden kejadian spontan tersebut terjadi karena kesalahan pahaman saja," ujar Aah. 

Di tempat lain, Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Asep Solihin menyesalkan adanya insiden tersebut. Dalam melakukan tugas jurnalistik wartawan dilindungi oleh undang-undang, tidak boleh dihalang-halangi ketika melakukan peliputan. 

"Ke depannya kesalahan pahaman ini semoga tidak terjadi kembali. Tidak ada aksi kekerasan atau kontak fisik kepada wartawan ketika meliput berita," ujar Asep. 

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: