Diduga Palsu, Ijazah Cakades di Purwakarta Diposting di Medsos

Asep Supiandi · Rabu, 18 Agustus 2021 - 14:41:00 WIB
Diduga Palsu, Ijazah Cakades di Purwakarta Diposting di Medsos
Ijazah yang diduga palsu diposting di media sosial membuat warga Purwakarta heboh. (Foto: Istimewa)

PURWAKARTA, iNews.id - Warga Purwakarta mendadak heboh menyusul postingan dugaan ijazah palsu milik salah seorang calon kepala desa (cakades) di media sosial (medsos). Akan tetapi dalam postingan tersebut, pemilik ijazah ditutup stabilo sehingga tidak diketahui identitasnya.
   
Postingan itu adalah ijazah sekolah kejar paket B setara  SMP atau madrasah tsanawiyah tertanggal 6 Agustus 2008. Selain ijzah juga terdapat surat berkop Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta tertanggal 2 Juni 2021 yang menerangkan disdik telah memverifikasi terhadap daftar nilai hasil Ujian Nasional tahun 2008, dengan kesimpulan tidak ditemukan peserta Ujian Nasional sebagaimana tersebut dalam ijazah itu.  

Tidak hanya itu, mendadak muncul surat lain yang juga berkop Dinas Pendidikan tertanggal 9 Juni 2021 yang mengklarifikasi surat yang dikeluarkan sebelumnya. Dalam surat terbaru itu malah menyebutkan sedang dilakukan pencarian data atas keabsahan dari ijazah tersebut. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto, tidak berkomentar banyak soal viralnya postingan ijazah yang disebut palsu tersebut. "Harus dicek ke staf dulu," ujar Purwanto singkat melalui pesan WhatsApp.

Di bagian lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jaya Pranolo, menyebutkan, viralnya dugaan ijazah palsu tidak berpengaruh terhadap tahapan pelaksanaan Pilkades Serentak 20021 di Purwakarta. Sampai saat ini cakades yang akan mengikuti pesta demokrasi sudah memenuhi persyaratan. 

"Jika saja ijazah itu memang palsu ya harus dibuktikan melalui proses hukum. Proses tahapan berjalan terus dan cakades itu tetap mengikuti tahapan sepanjang permasalahannya belum memiliki kekuatan hukum tetap," ujar Jaya.

Menurutnya, terdapat beberapa poin yang menjadi penekanan, setiap cakades lolos seleksi administrasi karena adanya pernyataan dari yang bersangkutan bahwa keterangan dalam dokumen yang disyaratkan adalah benar. Selain itu, jika suatu saat nanti kasus dugaan ijazah palsu diproses secara hukum dan memiliki kekuatan hukum tetap, maka akan dilakukan proses selanjutnya.

Jaya juga menegaskan, pemosting ijazah di medsos juga harus bertanggung jawab. Apabila tidak bisa dibuktikan, maka pemilik akun tersebut harus bertanggung jawa secara hukum. 

Sementara itu, beredar kabar pemilik dari ijazah yang diduga palsu tersebut disebut-sebut berinisial NR. Kepada MNC Portal Indonesia (MPI), NR membantah bahwa ijazah yang dimilikinya palsu. Menurutnya ijazah itu asli serta adanya surat dukungan yang menyatakan keabsahan dari salah satu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

"Jika memang ijazah itu palsu maka yang akan saya kejar ya PKBM itu. Saya ini sekolah dan dari sekolah itu tentu mendapat ijazah. Saya sekolah Kejar Paket B pada tahun 2008 lalu," ujar NR kepada MPI melalui sambungan telepon, Rabu (18/8/2021).

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: