Pascadisegel, Keraton Kasepuhan Cirebon Lengang dan Dijaga Polisi

Miftahudin · Rabu, 18 Agustus 2021 - 11:23:00 WIB
Pascadisegel, Keraton Kasepuhan Cirebon Lengang dan Dijaga Polisi
Suasana Keraton Kasepuhan Cirebon tampak lengang pascapenyegelan oleh ratusan orang yang mengatasnamakan keturunan sah Syekh Sarif Hidayatullah. (Foto: iNewsTv/Miftahudin)

CIREBON, iNews.id - Pascapenyegelan oleh ratusan orang yang mengatasnamakan keturunan sah Syekh Sarif Hidayatullah, situasi Keraton Kasepuhan Cirebon lengang dan sepi, Rabu (18/8/2021). Bahkan pengelola masih belum memperbolehkan masyarakat umum untuk berkunjung ke tempat bersejarah itu.

Kondisi bagian depan keraton, terutama di pintu gerbang yang sebelumnya disegel oleh massa, sudah tidak ada lagi spanduk penyegelan yang sebelumnya terpasang. Pintu gerbang tersebut masih tertutup rapat dan tidak terlilhat lalu lalang orang.

Di beberapa sudut keraton juga tampak petugas kepolisian berjaga-jaga untuk mengantisipasi kemungkinan hal-hal terburuk akan terjadi.

Keluarga keraton yang tinggal di lokasi itu juga melakukan aktivitas seperti biasanya. Sementara untuk aksi massa pihak keraton menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk mengusutnya.

"Terkait aksi penyegelan kemarin, sudah masuk ke wilayah hukum. Saat ini Keraton Kasepuhan dalam keadaan aman dan kondusif. Tidak terjadi keributan. Spanduk juga sudah dicopot dan tidak tahu siapa yang mencopotnya," juru bicara Keraton Kasepuhan, Bondhan.

Sebelumnya diketahui, kisruh perebutan tahta Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, semakin meruncing dan tidak ada ujung. Pada Selasa (17/8/2021) siang, lebih dari seratus orang menyegel dan menggembok gerbang keraton. Akibatnya aktivitas di sekitar keraton sempat lumpuh. Massa yang sebagian besar mengenakan baju pangsi hitam-hitam seperti pendekar itu merangsek masuk menuju bangunan utama keraton dengan memanjat pagar. Mereka bermaksud menduduki Keraton Kasepuhan yang saat ini sedang berpolemik.

Akibatnya aktivitas di sekitar keraton sempat lumpuh. Massa yang sebagian besar mengenakan baju pangsi hitam-hitam seperti pendekar itu merangsek masuk menuju bangunan utama keraton dengan memanjat pagar. Mereka bermaksud menduduki Keraton Kasepuhan yang saat ini sedang berpolemik.

Sentana Kesultanan Cirebon Pangeran Kuda Putih Raden Heru mengatakan, kalau mereka mau berjalan sesuai kehendak, silakan saja. Tapi mereka harus tahu bahwa yang namanya Pangeran Kuda Putih bersama Sentana Kesultanan Cirebon dan juga Laskar Maung Muda tidak akan pernah berhenti untuk berjuang. 

"Kalau misalnya umur saya selesai hari ini, saudara-saudara saya di Kuningan akan terus berjuang. Mereka belum turun karena saya tahan," kata Pangeran Kuda Putih Raden Heru.

Kisruh perebutan tahta sultan Keraton Kasepuhan berawal sepeninggal Sultan Sepuh IV Pangeran Arif Natadiningrat yang kemudian digantikan putra mahkota Pangeran Luqman Zulkaedin. Namun sejumlah protes dari abdi dalem dan pembesar keraton terus bergulir. Mereka menganggap Sultan Kasepuhan Cirebon saat ini, Luqman Zulkaedin bukan keturunan sah dan trah dzuriah Sunan Gunung Jati.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: