Pengelolaan Pasar Beralih, Pemkab Bandung Barat Kehilangan Rp60 Juta per Tahun

Adi Haryanto · Rabu, 01 Desember 2021 - 13:02:00 WIB
Pengelolaan Pasar Beralih, Pemkab Bandung Barat Kehilangan Rp60 Juta per Tahun
Pasar Panorama Lembang menjadi salah satu dari delapan pasar yang dikelola oleh Pemda KBB sehingga setiap tahunnya retribusi masuk ke kas daerah. (Foto/Dok.MPI)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Pemkab Bandung Barat kehilangan potensi pendapatan dari retribusi Pasar Rajamandala sekitar Rp60 juta/tahun. Pasalnya, pasar tradisional itu tidak lagi dikelola pemerintah daerah melainkan oleh pemerintah desa.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Ricky Riyadi mengatakan, karena statusnya telah beralih ke desa maka segala macam pengelolaan termasuk retribusi sudah tidak menjadi kewenangan Disperindag. Sebab Disperindag hanya fokus kepada pasar-pasar yang ada di bawah pengelolaan Pemda.

"Sejak pertengahan tahun ini kami kehilangan pemasukan retribusi dari Pasar Rajamandala karena sudah diambil alih oleh pihak desa. Potensi retribusi dari pasar itu pertahunnya mencapai sekitar Rp50-60 juta," ujarnya, Rabu (1/12/2021).

Dia mengaku tidak mempersoalkan hilangnya potensi retribusi dari pasar tersebut. Itu dikarenakan lahan Pasar Rajamandala memang milik Pemerintah Desa Rajamandala Kulon sehingga ketika mereka meminta untuk mengelola langsung, Disperindag tidak bisa menolak. 

Saat ini pihaknya hanya berkonsentrasi kepada delapan pasar kabupatan yang pengelolaannya masih oleh pemda. Yakni Pasar Panorama Lembang, Pasar Buah-buahan Lembang, Pasar Cisarua, Pasar Tagog Padalarang, Pasar Gedong Lima, Pasar Batujajar, Pasar Cililin dan Pasar Sindangkerta.

"Untuk retribusi dari pasar-pasar itu masih masuk ke kas pemda. Nantinya dikembalikan lagi ke pasar ketika misalnya ada pembangunan atau penataan pasar agar lebih nyaman," ujarnya.

Editor : Asep Supiandi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: