Pascaditahan KPK, Rumah Anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim di Indramayu Sepi

Toiskandar ยท Rabu, 18 November 2020 - 18:49:00 WIB
Pascaditahan KPK, Rumah Anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim di Indramayu Sepi
Rumah Abdul Rozaq Muslim di Karangampel, Kabupaten Indramayu. (Foto: iNewsTv/Toiskandar)

INDRAMAYU, iNews.id - Rumah anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim di Desa Karangampel Kidul, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sepi, Rabu (18/11/2020). Kondisi itu terjadi setelah Abdul Rozaq Muslim berstatus tersangka kasus suap Rp8,5 miliar dan ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (16/11/2020).

Diketahui, Abdul Rozaq Muslim ditetapkan tersangka kasus suap Rp8,5 miliar. Dia terseret kasus suap yang melibatkan mantan Bupati Indramayu Supendi. Berdasarkan alat bukti yang cukup, KPK lalu menetapkannya sebagai tersangka dan ditahan selama 20 hari di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta.

Rumah Abdul Rozaq Muslim di Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu yang dekat dengan Pasar Karangampel, kini kosong. Anggota keluarganya pergi entah ke mana. Biasanya, rumah tersebut ditinggali Rozaq bersama keluarganya saaat berada di kampung halaman.

Sementara itu, Herman, penjaga rumah Abdul Rozaq Muslim, anggota DPRD Jawa Barat Fraksi Golkar, mengatakan, tidak tahu kabar penangkapan Abdul Rozaq. "Gak tau (keberadaan Abdul Razaq dan keluarganya," kata Herman.

Diketahui, dalam proses penyidikan dan berdasarkan fakta-fakta di persidangan, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup dugaan keterlibatan Abdul Rozaq Muslim.

Kemudian, KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ke penyidikan sejak Agustus 2020. Akhirnya KPK menetapkan Abdul Rozaq Muslim sebagai tersangka dan dijebloskan ke tahanan selama 20 hari pada Senin (16/11/2020).

Sebelumnya, penyidik KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap eks Bupati Indramayu Supendi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, Kepala Bidang Jalan Dinas PUPR Indramayu Wempy Triono, dan Carsa, pengusaha.

Mereka ditangkap terkait tindak pidana korupsi (tipikor) dalam bentuk suap. Uang pelicin itu diberikan rekanan atau penguasaha konstruksi terkait tujuh proyek di Kabupaten Indramayu. Total suap yang diduga dinikmati para terpidana itu sebesar Rp15 miliar.


Editor : Agus Warsudi