Organda KBB: Harga BBM Naik, Pengusaha Angkot Semakin Terpuruk dan Terancam Bangkrut

Adi Haryanto ยท Senin, 05 September 2022 - 06:47:00 WIB
Organda KBB: Harga BBM Naik, Pengusaha Angkot Semakin Terpuruk dan Terancam Bangkrut
Kenaikan harga BBM bersubsidi membuat para pengusaha angkot semakin terpuruk. (FOTO: Ilustrasi)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Kenaikan harga BBM bersubsidi jenis pertalite dan solar semakin memukul para pelaku usaha angkutan umum terlebih angkutan kota (angkot). Setelah premium menghilang, mereka praktis beralih ke pertalite yang merupakan BBM dengan harga paling murah. 

Namun kini pertalite bukan lagi BBM yang bersahabat bagi para sopir angkot. Jika awalnya BBM jenis ini dihargai Rp7.650 per liter, kini, setelah diputuskan oleh Presiden Jokowi pada Sabtu (3/9/2022) mulai pukul 14.30 WIB, harganya naik menjadi Rp10.000 per liter.

"Jelas kenaikan harga BBM bersubsidi ini semakin memukul para pengusaha dan pengemudi angkot yang selama ini sudah sulit akibat harus bersaing dengan ojek online, bus, dan motor pribadi," kata Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Asep Dedi Setiawan, Sabtu (3/9/2022).

Asep Dedi Setiawan menila kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi kali ini tidak tepat. Sebab, para pengusaha angkot sedang berupaya bangkit untuk bertahan seusai dihantam pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir. Bahkan tidak sedikit akibat pandemi banyak pengusaha angkot yang gulung tikar. 

Imbas dari kenaikan BBM, ujar Asep Dedi Setiawna, akan berdampak kepada naiknya semua barang. Termasuk suku cadang kendaraan baik mesin, oli, ban, dan lain-lain. Mau tidak mau Organda KBB harus mengambil keputusan untuk melakukan penyesuaian tarif angkutan umum.

Editor : Agus Warsudi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: