Massa Penolak UU Cipta Kerja Rusak Fasilitas Gedung DPRD Tasikmalaya, 1 Satpol PP Terluka

Asep Juhariyono ยท Rabu, 07 Oktober 2020 - 16:48:00 WIB
Massa Penolak UU Cipta Kerja Rusak Fasilitas Gedung DPRD Tasikmalaya, 1 Satpol PP Terluka
Ratusan demonstran memasuki Gedung DPRD Tasikmalaya, Jabar, saat aksi menolak UU Cipta Kerja, Rabu (7/10/2020). (Foto: iNews/Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA, iNews.id – Ratusan orang dari berbagai elemen masyarakat berdemonstrasi ke Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu siang (7/10/2020). Namun, aksi massa yang menolak Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja ini diwarnai perusakan sejumlah fasilitas.

Massa dari berbagai elemen masyarakat, mahasiswa, buruh, pelajar, dan sejumlah klub sepeda motor di Kota Tasikmalaya, merusak kaca kaca pos penjagaan dan merobohkan dua pintu pagar besi gerbang masuk kantor Dewan. Pagar yang roboh mengenai seorang petugas Satpol PP yang berjaga hingga terluka.

Dari pantauan iNews, usai mendorong dan merobohkan dua pintu pagar besi gerbang masuk gedung DPRD Tasikmalaya, massa aksi langsung menerobos masuk ke gedung wakil rakyat itu. Setelah berhasil masuk, beberapa orang merusak dan memecahkan semua kaca fasilitas pos penjagaan di DPRD Kota Tasikmalaya dan pot-pot bunga.

Massa memecahkan kaca pos jaga di Gedung DPRD Tasikmalaya, Jabar, Rabu (7/10/2020). (Foto: iNews/Asep Juhariyono)
Massa memecahkan kaca pos jaga di Gedung DPRD Tasikmalaya, Jabar, Rabu (7/10/2020). (Foto: iNews/Asep Juhariyono)

Koordinator lapangan massa aksi sebenarnya sejak awal telah mengingatkan massa yang berdemonstrasi untuk tidak terprovokasi dan tidak melakukan perusakan fasilitas negara di gedung wakil rakyat itu. Dia mengarahkan massa agar tidak masuk ke gedung.

"Jangan terprovokasi, hidup mahasiswa, tolong jangan terprovokasi sahabat-sahabat. Jangan masuk. Komando dari saya," ujar korlap tersebut.

Namun, massa hanya bertahan sebentar. Tidak lama kemudian,tiba-tiba saja ada yang melempari pos jaga di depan Gedung DPRD Jabar hingga seluruh kacanya pecah. Massa lalu bergerak masuk dan menguasai depan Gedung DPRD Jabar.

"Saya ingatkan tidak ada perusakan lagi, semuanya tenang, tidak ada perusakan fasilitas negara, satu komando," ujar salah seorang korlap.

Sebelum masuk, massa terlebih dulu melakukan orasi dan bakar ban mobil bekas baik di jalan depan DPRD dan di dalam gedung. Bukan hanya itu, massa aksi juga sempat melakukan aksi coret-coret di bagian tembok pagar dengan menggunakan cat semprot.

Seorang petugas Satpol PP bernama Deni Mulyadi juga mengalami luka ringan pada bagian pipinya akibat terkena ujung besi pagar pintu yang dirobohkan oleh massa aksi saat dirinya berjaga di depan.

“Saya terluka karena terkena ujung besi pagar pintu masuk gedung DPRD,” ujar Deni Mulyadi.

Hingga saat ini, massa masih berkumpul di depan Kantor DPRD Kota Tasikmalaya untuk menolak pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang dilakukan oleh DPR RI pada tanggal 5 Oktober 2020.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: