Lahan Perhutanan Sosial di Karawang Jadi Tempat Buang Limbah B3, Dedi Mulyadi Kaget

Asep Supiandi · Selasa, 17 Mei 2022 - 18:14:00 WIB
Lahan Perhutanan Sosial di Karawang Jadi Tempat Buang Limbah B3, Dedi Mulyadi Kaget
Lahan perhutanan di Karawang menjadi tempat pembuangan limbah B3. (Foto: Istimewa)

KARAWANG, iNews.id - Kawasan perhutanan sosial di Kabupaten Karawang menjadi lokasi pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) mengagetkan Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi. Mantan Bupati Purwakarta ini pun terheran-heran dengan kondisi kawasan tersebut.

Lokasi pembuangan limbah B3 tersebut berada di Kampung Cibenda, Desa Parangmulya, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang. Akibat pembuangan limbah liar itu, hewan ternak mengalami kematian dan kesehatan warga sekitar terancam.

"Kawasan seharusnya hijau, malah kini jadi tempat racun. Kondisi itu, tidak bisa dibiarkan berlarut. Saya benar-benar heran, ko bisa bisanya, kawasan yang diperuntukkan perhutanan sosial jadi tempat pembuangan limbah B3. Saya tak habis pikir," kata Dedi Mulyadi, saat meninjau ke lokasi pembuangan limbah B3 ilegal di Karawang, Selasa (17/5/2022).

Dedi datang ke lokasi setelah mendapatkan laporan dari masyarakat. Di lokasi Dedi melihat dari dekat bagaimana limbah B3 yang seharusnya ditangani secara serius, dibuang seeanaknya.

Laporan diterima oleh dia, limbah yang masuk ke kawasan tersebut ada limbah medis atau dari rumh sakit. "Ini masalah yang serius, karena tidak boleh rumah sakit memberikan limbah ke sembarang orang," ujarnya.

Dia berusaha mengontak ke pemilik hak untuk pengeloaan kawasan tersebut. Izin pemanfaatan hutan perhutanan sosial daerah itu, dipegang oleh Gabungan Kelompok Tani Mandiri Telukjambe Bersatu, di bawah koordinasi Sutejo. 


Pihak pengelola lahan, mengaku tidak tahu kalau kawasan yang akan dia kembangkan untuk perhutanan sosial menjadi tempat pembuangan limbah B3.

Atas kasus itu, Dedi pun berkirim pesan ke Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, untuk meninjau ulang izin perhutanan sosial di Karawang. Alasannya, implementasi untuk membuat perhutanan sosial tidak terwujud, malah masuk limbah beracun.

"Harus dievaluasi kenapa sampai begitu. Artinya kontrol kegiatan atas izin dikeluarkan, tidak ada. Makanya sekarang mohon dikaji," katanya.


Dedi juga minta ke Dirjen Penegakan Hukum mau turun, untuk tangani msalah tersebut dari aspek hukum.

"Termasuk ke Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, untuk bantu atasi masalah itu. Jangan sampai limbah B3 terus berada di sana, tanpa penanganan yang tepat. Itu kan bahaya buat warga. Makanya, dari KLHK agar turun," katanya.

Laporannya, saat ini warga banyak mengalami pusing pusing. Selain itu, ternak kambing warga banyak yang mati.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: