Jenazah Covid-19 Tak Boleh Ditolak, Ketersediaan Makam Khusus di Bandung Aman

Arif Budianto · Senin, 14 Juni 2021 - 12:33:00 WIB
Jenazah Covid-19 Tak Boleh Ditolak, Ketersediaan Makam Khusus di Bandung Aman
TPU Cikadut, Kota Bandung menjadi permakaman untuk jenazah Covid-19. (Foto: iNews.id/Arif Budianto) 

BANDUNG, iNews.id - Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung Bambang Suhari memastikan, lahan tempat permakaman khusus di Kota Bandung aman dan mencukupi untuk menampung jenazah Covid-19. Dari 20.000 meter persegi lahan permakaman jenazah Covid-19, baru terpakai 5.600 meter pesegi. 

Menurut Bambang, lahan khusus permakaman jenazah Covid-19 di TPU Cikadut sebetulnya masih tersedia. Saat ini, dari kapasitas 5.000 liang lahat baru terpakai sebanyak 1.400 liang lahat. Artinya, ketersediaan tempat permakaman masih sangat mencukupi. Bahkan, beberapa jenazah dari luar kota juga dimakamkan di TPU Cikadut.

Lebih lanjut dia menjelakan, dari jumlah liang lahat yang terpakai, hasil verifikasi Dinas Kesehatan menyatakan 361 di antaranya digunakan oleh jenazah terkonfirmasi aktif asal Kota Bandung. Kemudian 306 liang lahat digunakan oleh janazah terkonfirmasi aktif yang secara data domisili berasal dari luar Kota Bandung.

“Sisanya itu adalah jenazah yang dinyatakan suspek dan probable. Selain itu ya banyak yang sudah dipindahkan,” ujarnya.

Atas kondisi itu, kata dia, sebanyak 71 jenazah itu dipindahkan ke luar Kota Bandung. Sementara sisanya 125 jenazah dipindahkan ke permakaman keluarga atau TPU milik pemerintah yang tersebar di Kota Bandung.

Bambang menyatakan, proses pemindahan cukup berpengaruh. Sebab menyita energi dan waktu para petugas di lapangan yang sedianya disiagakan untuk menangani permakaman jenazah lainnya.

“Belum lagi secara kesehatan juga dikhawatirkan. Karena yang mengajukan pemindahan dalam jarak hitungan bulan. Padahal saat itu menjadi proses pembusukan jenazah. Makanya kita sarankan kalau untuk pemindahan sebaiknya di atas dua tahunan agar lebih aman. Secara psikologis juga kurang baik apabila masih dalam proses pembusukan,” katanya.

Editor : Asep Supiandi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: