Pemkot Bandung Minta Rumah Sakit Lebih Cermat Beri Status Jenazah Covid-19

Arif Budianto ยท Senin, 14 Juni 2021 - 11:07:00 WIB
Pemkot Bandung Minta Rumah Sakit Lebih Cermat Beri Status Jenazah Covid-19
Petugas pikul peti jenazah memakamkan jenazah pasien Covid-19 di TPU Cikadut pada malam takbiran. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Pemkot Bandung melalui Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung meminta rumah sakit lebih cermat dalam menentukan status jenazah Covid-19. Hal ini untuk meminimalisasi terjadinya jenazah dipindahkan setelah proses permakaman.

Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung, Bambang Suhari memohon kerja sama dari rumah sakit (RS) lebih cermat mengidentifikasi jenazah yang terindikasi Covid-19. Hal ini untuk menghindari terjadinya pemindahan jenazah yang telah dimakamkan.

Jika terindikasi dan mengarah pada terkonfirmasi positif, maka RS juga harus berkoordinasi sejak dini melalui UPT TPU Cikadut. Bambang meyakini, RS selalu menerapkan prosedur kesehatan yang sangat sistematis. Termasuk pemeriksaan dugaan adanya paparan Covid-19 sejak pasien hendak ditangani.

“Kenapa RS kurang teliti mendatangkan jenazah ke Cikadut? Padahal dia jelas bukan Covid-19. Mungkin hasil swab-nya baru empat hari kemudian. Pada akhirnya yang diabetes, jantung dan atau penyebab lainnya dimakamkan dengan protokol Covid-19 di Cikadut,” ucap Bambang, Senin (14/6/2021).

Bambang sangat menyayangkan hal tersebut lantaran berakibat banyaknya ahli waris yang mengajukan pemindahan jenazah. Sebab, beberapa hari kemudian baru didapati hasil pemeriksaan ternyata jenazah dinyatakan negatif Covid-19.

“Karena ada pasien yang meninggal di RS dikabarkan Covid-19. Tapi akhirnya ahli waris membawa hasil dari RS yang menyatakan negatif. Kondisi tersebut membuat banyak ahli waris mengajukan permohonan pemindahan jenazah yang sudah dimakamkan di Cikadut,” ucapnya.

Dari 1.400 liang lahat yang sudah terpakai, sebanyak 196 di antaranya telah dibongkar dan dipindahkan ke tempat permakaman lain. Pemindahan itu atas permintaan ahli waris setelah melengkapi sejumlah persyaratan dari Distaru. 

Editor : Asep Supiandi