Ini Penyebab Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia di Jabar Rendah
"Karena (daerah) yang lain kasus aktifnya 10 persen, tapi di Kabupaten Cianjur 49 persen, Kabupaten Bogor 47 persen, Kabupaten Garut 27 persen. Saya kira ini sangat tinggi sekali. Rabu saya perintahkan Pak Sekda dan jajaran untuk melakukan antisipasi dan koreksi," katanya.
Lebih lanjut, Kang Emil pun menyoroti mulai longgarnya penerapan protokol kesehatan (prokes) masyarakat, termasuk industri pariwisata. Menurutnya, tingkat kedisiplinan penerapan prokes biasanya berada di atas 80 persen, namun pekan ini turun jadi 72 persen.
"Jadi BOR-nya naik, kedisiplinan turun. Seiring dengan varian baru yang ada, tidak ada lain, prokesnya harus disiplin. Warga jangan menyepelekan Covid-19 yang makin ganas, jangan sampai negara kehilangan kendali," ujarnya.
Kang Emil menuturkan, jika ekonomi ingin membaik dan pariwisata jalan lagi kuncinya hanya satu, yakni taat prokes yang aeiring dengan upaya pemerintah dalam menekan kenaikan kasus Covid-19.
"Kemarin didapati hotel bintang lima di Bogor Raya, tidak taat prokes. Berenang membiarkan tanpa pembatasan jumlah pengunjung. Tolong tempat wisata jika ingin produktif, dimulai dengan pembatasan, daftar online itu harus diterapkan," tutur Kang Emil.
Editor: Agus Warsudi