get app
inews
Aa Text
Read Next : Polda Kepri Ungkap Dugaan TPPO, Pasutri di Banyuwangi Ditangkap

Pilu! Gadis Indramayu Korban TPPO di China, Dipaksa jadi Pengantin Pesanan

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:25:00 WIB
Pilu! Gadis Indramayu Korban TPPO di China, Dipaksa jadi Pengantin Pesanan
Darkem, ibunda Kusnia, menangis sambil memegang foto anaknya yang menjadi korban TPPO di China. (Foto: iNews)

INDRAMAYU, iNews.id – Nasib tragis menimpa Kusnia (21), seorang wanita muda asal Desa Jambak, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Dia diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus "pengantin pesanan" di Negara China.

Melalui sebuah pesan video, Kusnia meminta pertolongan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, serta pemerintah pusat agar segera memulangkannya ke Tanah Air. Saat ini, kondisi Kusnia sangat memprihatinkan dan terlantar di luar negeri.

Kasus ini bermula saat Kusnia ditawari oleh dua orang warga Indonesia untuk bekerja di salah satu restoran di China. Tergiur dengan iming-iming gaji besar, ia pun menyetujui tawaran tersebut. 

Namun, sesampainya di Negeri Tirai Bambu, janji bekerja di restoran tersebut hanyalah bohong belaka. Kusnia justru dipaksa menjadi pengantin pesanan untuk seorang pria warga negara setempat. 

"Awalnya dijanjikan kerja restoran, tapi malah dinikahkan. Katanya ada uang mahar Rp400 juta, tapi kenyataannya korban hanya diberi Rp20 juta," tulis keterangan dalam laporan pihak keluarga, Selasa (12/5/2026). 

Penderitaan Kusnia tak berhenti di situ. Selama tinggal dengan pria tersebut, ia mengaku kerap mendapatkan kekerasan fisik dan kekerasan seksual. Jika menolak kemauan pria yang menikahinya, Kusnia akan dianiaya. 

Kabar terbaru menyebutkan bahwa saat ini Kusnia berada di sebuah panti jompo di wilayah Anhui, China. Ia hidup terlantar dan hanya mengandalkan belas kasihan dari penjaga panti jompo untuk sekadar makan. 

Di Indramayu, suasana haru menyelimuti kediaman orang tua Kusnia. Sambil memegang foto sang anak, Darkem, ibunda Kusnia, menangis histeris meminta pertolongan pemerintah. 

"Anak saya sering telepon sambil nangis, cerita disiksa di sana. Saya mohon kepada pemerintah, tolong pulangkan anak saya. Kami orang kecil tidak punya biaya," ujar Darkem dengan suara terbata-bata.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut