get app
inews
Aa Text
Read Next : Infografis Ridwan Kamil Sebut Jawa Barat Siaga I Covid-19

Ini Penyebab Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia di Jabar Rendah

Selasa, 01 Juni 2021 - 15:54:00 WIB
Ini Penyebab Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia di Jabar Rendah
Vaksinasi Covid-19 untuk lansia. (Foto: iNews.id)

BANDUNG, iNews.i - Terdapat tiga kabupaten dengan tingkat vaksinasi Covid-19 bagi warga lanjut usia (lansia) rendah. Ketiga kabupaten itu antara lain, Majalengka, Garut, dan Subang.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, selain tingkat vaksinasi bagi lansia di tiga kabupaten itu belum maksimal, terdapat pula tiga daerah dengan vaksinasi secara umum masih rendah.

Kondisi itu, kata Ridwan Kamil, terakumulasi sehingga vaksinasi Covid-19 di Jabar rendah, tak sesuai harapan. "Vaksinasi (bagi lansia) paling rendah di Kabupaten Majalengka, Subang dan Garut. Ini mengakibatkan akumulasi vaksinasi (bagi lansia) di Jabar tidak baik (rendah)," kata Kang Emil, sapaan akrab Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam keterangan resmi, Selasa (1/5/2021). 

Rendahnya vaksinasi Covid-19 bagi lansia di Jabar itu, ujar Kang Emil, menjadi perhatian perhatian khusus pemerintah pusat. Selain itu, ditemukan juga tiga daerah lainnya yang lambat melakukan proses vaksinasi secara umum. 

"Vaksinasi secara umum yang rendah antara lain Kabupaten Sukabumi, Kuningan, dan Indramayu. Tiga daerah ini tidak maksimal dan akhirnya Jabar terbawa rendah," ujar Kang Emil. 

Diberitakan sebelumnya, kasus Covid-19 di Jawa Barat melonjak pasca-Lebaran 2021. Kondisi seperti itu menjadikan Jawa Barat berstatus Siaga 1 Covid-19.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 ditandai dengan meningkatnya keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Jabar. 

Kang Emil menyatakan, pekan ini, BOR RS rujukan Covid-19 berada di angka 38,6 persen atau naik 8 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya 30,6 persen.

"(Jabar) Sedang siaga 1," kata Kang Emil seusai Rapat Komite Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung, Senin (31/5/2021). 

"Kenaikan ukurannya BOR, kalau sampai 10 persen itu ada lonjakan. Ini imbas dari libur dan mudik yang bocor yang sudah kita upayakan. Mudah-mudahan jadi pembelajaran," ujar Kang Emil. 

Bahkan, Kang Emil mengungkapkan, ada beberapa RS rujukan Covid-19 di Jabar tingkat BOR-nya sudah melebihi ambang batas yang mencapai 70 persen hingga 90 persen seperti RS Al-Ihsan, RS Immanuel, dan RS Santosa di Kota Bandung. 

Kang Emil meminta, RS rujukan Covid-19 yang tingkat BOR-nya sudah di atas 70 persen segera menyiapkan kamar perawatan dengan mengubah kamar perawatan penyakit umum untuk pasien Covid-19. 

Di sisi lain, Kang Emil juga menyinggung beberapa daerah yang kasusnya selalu tinggi dengan tingkat kesembuhan rendah, di antaranya Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Garut

Dia meminta Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di daerah tersebut melakukan evaluasi, apakah penularan kurang terantisipasi atau distribusi obatnya tak maksimal.

"Karena (daerah) yang lain kasus aktifnya 10 persen, tapi di Kabupaten Cianjur 49 persen, Kabupaten Bogor 47 persen, Kabupaten Garut 27 persen. Saya kira ini sangat tinggi sekali. Rabu saya perintahkan Pak Sekda dan jajaran untuk melakukan antisipasi dan koreksi," katanya. 

Lebih lanjut, Kang Emil pun menyoroti mulai longgarnya penerapan protokol kesehatan (prokes) masyarakat, termasuk industri pariwisata. Menurutnya, tingkat kedisiplinan penerapan prokes biasanya berada di atas 80 persen, namun pekan ini turun jadi 72 persen. 

"Jadi BOR-nya naik, kedisiplinan turun. Seiring dengan varian baru yang ada, tidak ada lain, prokesnya harus disiplin. Warga jangan menyepelekan Covid-19 yang makin ganas, jangan sampai negara kehilangan kendali," ujarnya. 

Kang Emil menuturkan, jika ekonomi ingin membaik dan pariwisata jalan lagi kuncinya hanya satu, yakni taat prokes yang aeiring dengan upaya pemerintah dalam menekan kenaikan kasus Covid-19. 

"Kemarin didapati hotel bintang lima di Bogor Raya, tidak taat prokes. Berenang membiarkan tanpa pembatasan jumlah pengunjung. Tolong tempat wisata jika ingin produktif, dimulai dengan pembatasan, daftar online itu harus diterapkan," tutur Kang Emil.

Editor: Agus Warsudi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut