Ini Pengakuan Pria Positif Covid-19 di Tasikmalaya yang Ngamuk Dijemput Petugas

Asep Juhariyono ยท Sabtu, 16 Mei 2020 - 14:50 WIB
Ini Pengakuan Pria Positif Covid-19 di Tasikmalaya yang Ngamuk Dijemput Petugas
Pria positif Covid-19 berinisial AR (40), asal Kelurahan Empangsari. (Foto iNews/Asep Juhariyono).

TASIKMALAYA, iNews.id - Pria positif Covid-19 berinisial AR (40), asal Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya mengamuk saat dijemput petugas gabungan TNI-Polri, Jumat (15/5/2020). Lalu seperti apa pengakuan pria tersebut.

Warga Empangsari AR, menunjukan hasil tes swab yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Jawa Barat. Dalam surat itu, menurut dia, dinyatakan negatif corona.

"Saya dites swab laboratorium Dinkes Jabar dengan hasil negatif. Saya minta ini viral, mau tahu pemerintah kayak apa," ujar pria tersebut.

Menurut dia, sudah menjalani isolasi di rumah sakit setelah dinyatakan positif virus corona sejak 23 Maret sampai 3 April. Setelah itu, tim medis memperbolehkan pulang ke rumah dengan menjalani isolasi mandiri.

Atas penjemputan ini, dia mempertanyakan hasil yang dikeluarkan Dinkes Jabar. "Selama 14 hari saya isolasi, lalu saya diciduk lagi. Ada apa ini?" ucap dia.

Usai isolasi mandiri, dia mengaku boleh beraktivitas di luar rumah. Namun kini petugas gabungan menjemput paksa dirinya karena hasil tes swab kedua dinyatakan positif corona.

"Kalau saya sudah dinyatakan sehat, boleh tidak beraktivitas? Boleh dong," katanya.

AR sempat mengamuk tak terima dijemput petugas dan berlari mengejar serta memeluk warga di dekatnya tanpa memakai alat pelindung diri (APD) supaya tertular.

Pria itu berteriak kepada beberapa warga di dekatnya yang merekam dengan kamera handphone agar berstatus orang dalam pemantauan (ODP).

"Leun naon sih? Di mana sih? Saya peluk semua, ODP kamu, ODP sekarang kamu," kata AR sambil sempat dihalangi petugas berpakaian hazmat serta tim gabungan TNI dan Polri.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf menyebut warga yang positif Covid-19 itu harus dijemput petugas. Jika tidak, maka pria tersebut bisa menularkan virus corona kepada masyarakat.

"Jadi kita terpaksa melakukan penjemputan karena membahayakan bagi masyarakat sekitarnya, jika dibiarkan. Terlebih saat akan dijemput diketahui malah mengamuk dan dengan sengaja malah memeluk orang di sekitarnya," kata Yusuf.


Editor : Faieq Hidayat