Duh, Vaksinasi Pelajar di Kabupaten Bandung Masih Sangat Rendah

Agung Bakti Sarasa · Sabtu, 18 September 2021 - 17:12:00 WIB
Duh, Vaksinasi Pelajar di Kabupaten Bandung Masih Sangat Rendah
Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan saat meninjau kegiatan vaksinasi massal di SMA Bina Muda, Cicalengka, Kabupaten Bandung, Sabtu (18/9/2021). (Foto/Agung Bakti Sarasa)

BANDUNG, iNews.id - Vaksinasi pelajar di Kabupaten Bandung masih sangat rendah, jauh dari target yang ditetapkan. Sampai saat ini, vaksinasi baru mencapai 7,9 persen dari total 750.000 pelajar.

Wakil Bupati Bandung, Sahrul Gunawan mengatakan, cakupan Vaksinasi Covid-19 bagi pelajar masih jauh dari harapan. "Vaksinasi untuk pelajar masih cukup jauh. Saya dengar masih sekitar 7,9 persen," kata Sahrul saat meninjau kegiatan vaksinasi massal di SMA Bina Muda, Jalan Kapten Sangun, Cicalengka, Kabupaten Bandung, Sabtu (18/9/2021). 

Meski begitu, Sahrul menyatakan, dibandingkan capaian vaksinasi secara keseluruhan di Kabupaten Bandung, vaksinasi bagi pelajar menunjukkan perkembangan menyusul mulai banyaknya kegiatan vaksinasi yang menyasar pelajar. "Di awal-awal bahkan belum ada. Tapi sekarang sudah mulai banyak (vaksinasi pelajar)," ujar Sahrul.

Wabup Bandung menuturkan, masih rendahnya cakupan vaksinasi pelajar di Kabupaten Bandung menjadi tantangan bagi Pemkab Bandung. Kondisi ini sempat memicu keluhan masyarakat, khususnya terkait kesiapan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. 

"Di pemberitaan kan di daerah lain sudah banyak yang sekolah, bahkan sampai (kapasitas) 50 persen, di kita (Kabupaten Bandung) belum. Sempat ramai (keluhan) juga, tapi kami coba rapikan dengan melibatkan banyak pihak (untuk melakukan percepatan vaksinasi bagi pelajar)," tutur artis sinetron dan penyanyi ini.

Sahrul mengatakan, untuk mempercepat program vaksinasi pelajar, termasuk masyarakat umum di Kabupaten Bandung, Pemkab Bandung melobi pihak industri yang banyak tersebar di Kabupaten Bandung hingga menggandeng berbagai instansi dan organisasi untuk ikut terlibat menyelenggarakan vaksinasi. 

"Saya lagi ngetok-ngetok industri agar mereka ikut terlibat. Saya berharap kepedulian pihak industri karena mereka telah mendapat banyak manfaat dan kini saatnya berbagi kepada masyarakat Kabupaten Bandung," ucap Sahrul.

Tidak hanya itu, agar pihak industri, termasuk instansi lain ikut terlibat menyelenggarakan vaksinasi, Sahrul juga menggandeng Jabar Quick Respons (JQR), organisasi kemanusiaan bentukan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. "Mungkin trust mereka (industri dan instansi lain) kurang, makanya saya ajak JQR sebagai guarantie," ujar Wabup Bandung. 

Sahrul menuturkan juga menegaskan bahwa program vaksinasi harus mampu melibatkan banyak pihak agar kekebalan kelompok atau herd immunity di Kabupaten Bandung segera terbentuk. 

"Saya mengakui masih banyak kelemahan dan kami harus akui dengan populasi (jumlah penduduk Kabupaten Bandung) yang luar biasa, masih banyak yang belum menerima vaksin. Kami tidak boleh abai, semua pihak harus bahu membahu," tutur Sahrul.

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: