DPR Apresiasi Kinerja Menlu Tangani WNI di Luar Negeri

Agus Warsudi ยท Jumat, 13 November 2020 - 05:45:00 WIB
DPR Apresiasi Kinerja Menlu Tangani WNI di Luar Negeri
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (Foto AFP)

BANDUNG, iNews.id - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengapresiasi kinerja Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dalam menangani masalah Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Bahkan DPR menilai, selama satu tahun masa kepemimpinan Presiden Jokowi–Ma’ruf Amin, Kemlu dinilai sebagai salah satu kementerian berkinerja bagus.

Penilaian itu disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari saat diminta komentar terkait kinerja Kemlu selama setahun ini.

“Kami menilai Bu Menlu Retno Marsudi sangat komit terhadap perjuangan Palestina. Sebagai mitra kerja kami di Komisi I DPR RI, Kemenlu kami nilai bagus, baik dalam hal diplomasi, perlindungan warga negara di luar negeri," kata Almasyhari.

Namun, Almasyhari mengemukakan, kalaupun dirasa ada yang belum optimal, hal tersebut disebabkan antara lain, saat ini seluruh dunia termasuk Indonesia tengah bergelut menghadapi pandemi Covid-19.

Selain itu, ujar dia, harus diakui juga, Kemlu mengalami keterbatasan anggaran. Sementara tugas dan pekerjaan mereka harus mencakup seluruh negara di dunia.

"Kami melihat yang cukup mendesak (urgent) diperbaiki di Kemlu, adalah beberapa perwakilan negara yang wilayah kerjanya cukup luas. Sehingga, mereka (para diplomat) tidak bisa maksimal dalam memberikan pelayanan kepada warga negara kita di luar negeri, salah satunya karena keterbatasan anggaran," ujar dia.

Almasyhari mengemukakan, karena itu, apabila ditanyakan, hal mendesak apa yang perlu ditingkatkan, Komisi I DPR memberikan saran ke depan, semua sisi atau bidang perlu ditingkatkan.

"Artinya tidak hanya di bidang tertentu. Demikian juga dalam hal kemampuan diplomasi, di semua hal perlu ditingkatkan,” tutur politisi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) ini.

Terkait perlindungan WNI di luar negeri dalam kacamata Komisi I DPR, kata Almasyhari, pandemi menyebabkan semua hal menjadi terbatas, termasuk kendala yang dialami untuk mengadakan tatap muka (pertemuan). Kondisi seperti ini juga dialami semua negara di dunia.

“Seperti juga halnya kita mengalami kendala untuk bisa keluar dan masuk dari satu negara ke negara lain. Sehingga, kondisi pandemi ini pun juga membatasi ruang gerak, termasuk kinerja para diplomat,” kata Almasyhari.

Editor : Agus Warsudi

Halaman : 1 2 3