Benarkah Ada Kehidupan Lain di Luar Angkasa? Ini Penjelasan Pakar Astronomi ITB

Agus Warsudi ยท Rabu, 04 November 2020 - 10:27:00 WIB
Benarkah Ada Kehidupan Lain di Luar Angkasa? Ini Penjelasan Pakar Astronomi ITB
Sosok alien digambarkan sebagai makhluk hidup yang menghuni planet lain. Foto/Istimewa

Jika dikaitkan apakah layak dengan anggaran Rp340 miliar melakukan proyek itu, menurut Hakim, sangat layak. Sebab teleskop yang akan dibeli berukuran diameter besar, 3,8 meter yang ditempatkan di Obeservatorium Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Teleskop berdiameter 3,8 meter itu terbesar di Indonesia. Bahkan mungkin terbesar di Asia Tenggara, mengalahkan yang teleskop yang dimiliki Thailand dengan ukuran 2,4 meter," tutur Hakim.

Jadi dengan setting programe approfied dengan teleskop 3,8 meter seperti itu, ungkap dia, sangat mungkin dicanangkan program untuk mencari kehidupan di planet lain. "Fokus riset ini menajamkan dan menelaah lebih dalam lagi 1 persen dari 4.000-5.000 planet extrasolar yang telah ditemukan tadi dengan teleskop 3,8 meter," ungkap dia.

Namun, jika menggunakan teknik transit, Lapan harus memiliki perangkat pendukung lain, yaitu spektograf beresolusi tinggi. Karena menggunakan teleskop saja tidak cukup. Harus ada instrumen canggih di belakang teleskop.

"Spektograf beresolusi tinggi ini untuk mengidenfikasi unsur-unsur kimia yang ada planet tersebut. Atau adakah atmosfer. Sebab ada juga planet yang tak memiliki atmosfer, seperti Merkurius. Di planet ini tidak ada kehidupan. Seperti kita tahu, unsur-unsur pendukung kehidupan kan air, atmosfer, dan unsur-unsur semacam itu," kata Hakim.

Di dunia, program mencari kehidupan di planet lain, kata Hakim, banyak dijalankan oleh negara-negara atau konsorsium yang memiliki teleskop besar. Prospeknya menjanjikan sebagai suatu terobosan.

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: