Benarkah Ada Kehidupan Lain di Luar Angkasa? Ini Penjelasan Pakar Astronomi ITB

Agus Warsudi ยท Rabu, 04 November 2020 - 10:27:00 WIB
Benarkah Ada Kehidupan Lain di Luar Angkasa? Ini Penjelasan Pakar Astronomi ITB
Sosok alien digambarkan sebagai makhluk hidup yang menghuni planet lain. Foto/Istimewa

Berangkat dari premis bahwa, galaksi Bima Sakti terisi satu triliun bintang. Katakanlah 1 persen saja dari bintang-bintang tersebut, kata Hakim, di galaksi kita itu seperti matahari dengan rangkaian planet di sekitarnya, maka logikanya, bintang tersebut menghosting planet-planet di sekitarnya.

"Itu yang menjadi dasar, 30 tahun lalu, tahun 1985, dua ilmuwan dari Prancis yang dapat Nobel, Dugenoy dan Mayor menginisiasi satu topik untuk riset yang intinya mencari planet. Planet dulu yang dicari," ujar Hakim.

Kemudian, Dugenoy dan Mayer berhasil mendapatkan planet pertama ekstrasolar di luar tata surya, Bintang 51 Pegasi. Temuan ini mendorong ilmuwan-ilmuwan astronomi lain di seluruh dunia mencari planet lain di luar tata surya kita dengan berbagai metode.

"Seperti yang disinggung di Lapan (Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional) disebut dengan metode transit, ya. Seperti itu. Tapi sebetulnya ada metode lain di samping itu," tutur dia.

Jadi sebetulnya, survei tentang keberadaan planet lain yang dimungkinkan dihuni makhluk hidup yang dilakukan astronom sudah mendapatkan sekitar 4.000-5.000 planet extrasolar system atau planet di luar tata surya.

"Mungkin dari sekitar 4.000-5.000 planet ektrasolar itu, sekitar 1 persen sudah dikaji dan merupakan planet-planet yang ada di hibitable zone (wilayah laik huni makhluk hidup)," ungkap Hakim.

Habitable zone itu, kata Hakim, planet yang dimana memungkinkan ada habitat kehidupan. Misalnya, planet yang memiliki jarak sama seperti Bumi dengan matahari. Kemudian memiliki air dan atmosfer.

Kehidupan itu, ujar dia, tidak bisa diartikan seperti kehidupan sesempurna manusia. Manusia adalah salah satu bentuk kehidupan yang paling sempurna. Karena unsur kimia yang sangat lengkap.

"Tapi dari definisi ilmiah, kehidupan itu bisa dimulai dari virus, bakteri, makhluk-makhluk bersel tunggal yang menandakan kehidupan. Nah untuk menelaah kehadiran kehidupan semacam itu secara astronomi sangat bisa. Jadi secara ilmiah, Lapan, tujuan akhirnya adalah mencoba mencari dan mengidenfikasi adanya kehidupan di extrasolar planet, melalui instrumen yang mereka beli," ujar dia.

Pakar astronomi ITB, Dr Hakim L Malasan. Foto/ITB.ac.id
Pakar astronomi ITB, Dr Hakim L Malasan. Foto/ITB.ac.id

Sebenarnya, program mencari kehidupan lain di luar tata surya bukan proyek Lapan, tetapi nasional. Namun Lapan sebagai leading sector proyek ini.

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: