Anggota Dewan Sidak ke RSU Dadi Keluarga Ciamis, Telusuri Dugaan Penelantaran Pasien

Acep Muslim · Rabu, 28 Juli 2021 - 14:48:00 WIB
Anggota Dewan Sidak ke RSU Dadi Keluarga Ciamis, Telusuri Dugaan Penelantaran Pasien
Anggota Komisi D DPRD Ciamis saat berdialog dengan manajemen RSU Dadi Keluarga sesaat setelah inpeksi mendadak. (Foto: iNewsTv/Acep Muslim)

CIAMIS, iNews.id - Anggota DPRD Ciamis inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga Ciamis, Rabu (28/7/2021). Sidak ini dilakukan menyusul dugaan kelalaian terhadap pasien bergejala sesak napas yang meninggal dunia akibat telantar di halaman parkir RSU tersebut.

Sidak dilakukan oleh Andang Irfan dan Wagino dari Komisi D DPRD Ciamis. Mereka langsung mendatangi Direktur RSU Dadi Keluarga serta pegawai sarana dan kelengkapan. Keduanya meminta klarifikasi pihak rumah sakit terkait ramainya pemberitaan di sejumlah media massa bahwa pasien umum bergejala sesak napas yang telantar. Pasien tersebut terpaksa harus pulang lantaran tak bisa dilayani akibat tidak adanya oksigen.

Selain mempertanyakan standar opersional prosedur (SOP) pelayanan pasien,  Andang Irfan dan Wagino juga  menanyakan ketidakjelasan  alasan perawat terhadap keluarga pasien atas nama Ahmad Bakri (70) warga Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis. Saat itu dijelaskan perwat kepada pasien bahwa stok oksigen terbatas dan hanya untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Komisi D pun akhirnya memutuskan untuk mengagendakan rapat kerja internal Komisi D. Karena jawaban dari pihak rumah sakit kepada anggota dewan itu dirasa tidak memuaskan.

"Akhirnya kami memutuskan untuk mengagendakan rapat kerja internal di Komisi D, untuk menentukan langkah lebih lanjut dan akan memanggil pihak manajemen rumah sakit," kata Andang.

Sementara itu, pihak rumah sakit membantah jika disebut menolak pasien. Direktur RSU Dadi Keluarga, Muhamad Iqbal, mengatakan selalu menerima dan melayani pasien yang datang.

"Stok oksigen di rumah sakit  saat ini cukup untuk empat hari ke depan. Hanya saja saat itu pasien menolak untuk tes swab dan masuk ruang isolasi perawatan Covid-19, sehingga pihak keluarga memutuskan untuk pulang," ujarnya.

Selain itu, pihak rumah sakit menyatakan bersedia jika dipanggil kembali untuk menjelaskan terkait permasalahan tersebut.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: